Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Baru Diresmikan Tahun 2015, Tiang Jembatan Ini sudah Retak Parah

Kerusakan terlihat pada beberapa tiang penyangga yang terbuat dari cor beton mengalami retak parah.

Editor: Fransina Luhukay
tribun kaltim/geafry necolsen
Kondisi Jalan Bujangga yang mengalami kerusakan parah ini kerap dikunjungi masyarakat, seolah jadi tempat wisata, kondisi jalan retak parah ini kerap dijadikan latar belakang selfie. Anak-anak juga kerap bermain di kawasan rawan longsor ini. 

Laporan Wartawan TribunKaltim.co, Geafry Necolsen

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Setiap hari, kondisi jalan Bujangga yang mengalami penurunan dan pergeseran makin parah. Kondisi ini mulai berdampak pada infrastruktur lainnya yang ada di sekitar kawasan tersebut seperti jembatan.

Jembatan yang baru dibangun pada tahun 2014 dan diresmikan tahun 2015 juga mengalami kerusakan. Kerusakan terlihat pada beberapa tiang penyangga yang terbuat dari cor beton mengalami retak parah.

Agung, warga Jalan Bujangga mengaku baru mengetahui kondisi itu pada hari Selasa (16/2) lalu. Saat itu, kata Agung sempat terdengar suara patahnya tiang penyangga tersebut. "Kedengaran keras dan jelas berasal dari jembatan itu," ujarnya.

BACA JUGA: Pengaspalan Jembatan Kukar Memakan Anggaran Rp 5 Miliar

Kondisi itu lantas dilaporkan warga dan ditanggapi oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Berau bersama UPTD Provinsi.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPU (Dinas Pekerjaan Umum) Berau, Hepni Rusaini mengatakan kondisi tiang penyangga yang mengalami retakan tersebut telah disampaikan kepada UPTD Dinas Pekerjaan Umum Provinsi, yang berwenang dalam penanganan jalan Bujangga.

"Mereka juga sudah ke lapangan dan sudah melihat kondisi ini. Sepertinya itu (retak dan patah) akibat dari kondisi jalan dan tanah yang mengalami penurunan dan bergeser sehingga tiang (jembatan) ada yang ikut bergeser dan retak," ujarnya.

 BACA JUGA: Baru Selesai Dibangun, Jembatan Senilai Miliaran Amblas

Ditambahkannya, kondisi ini sudah dipprediksi sebelumnya, melalui penelitian geologis tanah di kawasan Bujangga oleh peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. "Kawasan Bujangga dari depan Inhutani sampai SPBU itu termasuk rawan bencana karena kondisi tanahnya berair dan berongga sehingga akan susah penanganannya, terlebih lagi dimusim penghujan seperti ini. Dan sebelumnya, peneliti dari ITS kan sudah menyarankan untuk memindahkan jalan tersebut," ujarnya.

Rencananya, pihaknya bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VII, Banjarmasin akan melakukan pengecekan dan penelitian lebih lanjut untuk menangani kawasan Bujangga. (*)

***

Seru! Ingin berinteraksi dengan 75 ribu netizen? Like fan page  fb TribunKaltim.co, Follow  twitter @tribunkaltim dan tonton Video Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved