Duh Kasihan, Pedagang Berjualan Hingga Larut Malam Sejak Minimarket Menjamur
“Pedagang di Jalan Cendana itu pada mengeluh ke saya. Sekarang susah sekali, karena orang lebih memilih belanja di minimarket,” katanya.
Penulis: Rafan Dwinanto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menjamurnya waralaba minimarket di Samarinda disesalkan Anggota Komisi I, DPRD Samarinda, Hairil Usman, saat menggelar konfrensi pers di Cafe Pyramid, Kamis (25/2/2016).
Menurut Usman, pedagang kecil terkena imbas dari menjamurnya waralaba tersebut. “Saya ini Dapil (daerah pemilihan) Sungai Kunjang, banyak pedagang kecil mengeluh kepada saya, Lihat saja di kawasan Jalan Cendana itu. Banyak sekali waralaba,” sesal Usman.
baca juga
Sebelum bisnis minimarket menjamur di Samarinda, kata Usman, pedagang kelontongan kecil bisa meraup omzet hingga Rp 3 juta per hari. Kini, lanjutnya, mencari Rp 1 juta sehari pun sudah sangat sulit.
“Pedagang di Jalan Cendana itu pada mengeluh ke saya. Sekarang susah sekali, karena orang lebih memilih belanja di minimarket,” katanya.
Bahkan, lanjut Usman, tidak sedikit dari pedagang tersebut yang terpaksa berjualan hingga larut malam demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
“Dulu itu paling pukul 21.00 mereka sudah tutup toko. Sekarang, sampai tengah malam, bahkan banyak yang sampai 24 jam, karena sulitnya mendapat pembeli,” katanya. (*)

