Penutupan Lokalisasi
Eks Lokalisasi Kampung Kajang akan Disulap Jadi Taman Bersemi
Eks Lokalisasi Kampung Kajang, Sangatta, Kutai Timur telah ditutup sejak akhir 2014 lalu.
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Eks Lokalisasi Kampung Kajang, Sangatta, Kutai Timur telah ditutup sejak akhir 2014 lalu. Meski sempat menuai protes, akhirnya pemilik wisma manut menutup kafe remang-remang dan memulangkan para pekerja seks (PSK) ke kampung halamannya. Setelah mendapat uang pesangon dari pemerintah Rp 10 juta per orang.
Meski demikian, belakangan ini beredar informasi, sebagian kafe kembali beroperasi. Meski tidak terlalu vulgar, namun kerlap kerlip lampu dan hingar musik terdengar dari beberapa kafe yang lebih mirip rumah biasa.
Tribun Kaltim yang sempat melintas di kawasan tersebut sempat melihat ada sejumlah kafe yang beroperasi. Terlihat beberapa pria bertubuh besar duduk di depan kafe. Namun tidak tampak wanita berpenampilan seksi. Menurut pengelolanya, hanya kafe yang menyediakan hidangan ringan dan arena hiburan saja. Tidak lebih.
Menurut Asisten Kesra Pemkab Kutim Mugeni, data yang diperoleh, dari empat kafe kini sudah ada 13 kafe tersebar di beberapa titik. Dengan operasional yang tidak seperti layaknya kafe pada umumnya. Bahkan ada perempuan yang menemani tamu di sana. Informasinya sudah ada 27 perempuan yang kerap bersama lelaki hidung belang," ungkap Mugeni menyikapi soal hidupnya lagi kafe temaram di kawasan Kampung Kajang.
Kafe yang kini beroperasi, lanjut Mugeni sudah dikonfirmasi ke pihak terkait, baik desa, kecamatan sampai badan perizinan. Ternyata mereka tidak memiliki izin operasional. "Kami sudah terbitkan SK larangan operasional dan SK penutupan. Kegiatan yang ada saat ini, tidak mengantongi izin. Jadi tidak ada ampun, kita akan tertibkan semuanya," tegas Mugeni.
Mugeni mengatakan pemerintah sudah berencana menjadikan eks lokalisasi Kampung Kajang sebagai pusat berkumpulnya masyarakat. Seperti Taman Bersemi di Sangatta Utara, ada tempat bermain anak, pusat kuliner dan arena lainnya. (*)