Krisis Air
Antisipasi Ricuh, Pos Air Dijaga Ketat Aparat Keamanan
Sesuai instruksi pimpinan kami melakukan penjagaan di pos air, agar tertib dan menghindari gesekan antar warga yang mengambil sejak senin.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tampak kendaraan roda empat dengan bak terbuka, di atasnya terdapat tandon air keluar masuk di salah satu pos air PDAM Balikpapan Jalan MT Haryono Kelurahan Damai, Rabu (16/3/2016).
Dua pipa besi yang menjulang ke langit, namun ujungnya melengkung ke bawah mengeluarkan semburan air deras, kendati warnanya agak kekuningan.
Satu pipa untuk mobil bak terbuka dengan kapsitas tandon 1.200 liter, yang lain diperuntukan untuk mobil tangki PDAM kapasitas 500 liter.
baca juga
Disela kesibukan keluar masuknya kendaraan tersebut, terdapat petugas keamanan gabungan yang terdiri dari anggota polisi, Satpol PP, petugas Dishub, dan anggota TNI.
Mereka masing-masing berjumlah dua orang, menurut pengakuan salah seorang petugas kepolisian mereka ditugaskan untuk memastikan keamanan di pos air yang dinilai rawan ricuh.
"Sesuai instruksi pimpinan kami melakukan penjagaan di pos air, agar tertib dan menghindari gesekan antar warga yang mengambil sejak senin. Di pos air lainnya juga dijaga minimal dua anggota," ujar petugas polisi yang enggan namanya dikorankan.
Dikonfirmasi Kasi Humas Polres Balikpapan, Iptu Suharto mengatakan pihaknya telah menerjukan personel polisi di lokasi pos air di Balikpapan.
Kendati telah ada babinkamtibmas di masing-masing titik kelurahan di Balikpapan, yang berperan tinggi dalam menjamin keamanan warga.
"Untuk sementara kita akan turunkan satu regu untuk pengamanan," tuturnya kepada Tribun.
Menurutnya, meskipun berpotensi terjadi kericuhan di pos air, namun skala kemungkinan terjadinya belum besar. Pasalnya, masyarakat Balikpapan tidak sepenuhnya bergantung pada pos air, di daerah tertentu masih banyakl warga yang memanfaatkan air tadah hujan untuk keperluan sehari-hari mereka.
"Masyarakat diminta untuk bersabar, tidak saling berebut air di Posko. kemudian terus berdoa agar Balikpapan diberikan hujan," harap Suharto. (*)

