Salam Tribun
Karena Hidup tak Semanis Gula. . .
Tampaknya (demi sehat) hidup memang tak bisa semanis gula karena ternyata yang manis-manis bisa sangat mematikan.
SUDAH sehatkah tubuh kita? Mumpung Hari Kesehatan Internasional baru saja diperingati pada 7 April lalu, bolehlah kita mempertanyakan kepada diri sendiri, apakah kita sudah sehat dan bugar?
Tubuh yang tak terlihat sakit belum tentu sehat. Mungkin kita terlihat biasa-biasa saja, tidak sakit tidak tampak pucat-pasi, tapi siapa tahu yang terjadi di dalam organ tubuh kita.
Hari gini, di zaman serba cepat dan tuntutan pekerjaan yang menggila plus gaya hidup masa kini, rasanya musykil kita bisa steril dari asupan yang instan dengan nutrisi dan kebersihan yang kurang terjamin.

Hal itu tentu saja rentan membuat kita mudah jatuh sakit.
Bahkan tak jarang beberapa penyakit yang semestinya hanya diderita orang lanjut usia (lansia) sudah diidap juga oleh orang-orang muda bahkan anak-anak. Misalnya, Diabetes Melitus (DM) untuk penyakit tidak menular.
Baca: Lukanya jadi Infeksi, Pasien Diabetes Ini Pasrah Jarinya Diamputasi
Fakta mengejutkan terungkap baru-baru ini. Kalimantan Timur yang memiliki penduduk sekitar 3,508 juta jiwa (data 2014) ternyata menempati urutan keempat teratas dalam hal penderita DM. Kaltim hanya kalah dari tiga provinsi lainnya yakni di nomor pertama, Yogyakarta, kedua DKI Jakarta, dan ketiga Sulawesi Utara.
Menurut data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, persentase penderita diabetes di provinsi ini ada 2,3 persen dari total seluruh penduduk usia 15 tahun ke atas. Sementara Yogyakarta 2, 6 persen, DKI Jakarta 2,5 persen dan Sulawesi Utara 2,4 persen. Dengan data tersebut diperkirakan jumlah penderita DM di Kaltim mencapai 63.330 jiwa (data 2013).

Diabetes Melitus berasal dari bahasa Yunani, diabaínein, tembus atau pancuran air dan bahasa Latin: mellitus, rasa manis.
Baca: Dua Tahun Menderita Diabetes, Suwito Harus Pilih Nyawa atau Kehilangan Kaki
Di Indonesia dikenal dengan istilah penyakit kencing manis yaitu, kelainan metabolik yang disebabkan banyak faktor seperti kurangnya insulin atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan insulin (insulin resistence).
Gejalanya berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein sebagai akibat defisiensi sekresi hormon insulin, aktivitas insulin atau keduanya; defisiensi transporter glukosa atau keduanya.
Populasi penderita DM di Indonesia saat ini menduduki peringkat kelima terbanyak di dunia. Berdasarkan data IDF Diabetes Atlas, pada tahun 2013 penderita DM di Tanah Air mencapai 8.554.155 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/cemilan-manis_20151022_085005.jpg)