Salam Tribun

Tunjangan Jalan-jalan

Sampai saat ini, Pemprov belum menepati janjinya memberikan penjelasan ke masyarakat, apa hasil yang didapat dari kegiatan mereka.

TRIBUNKALTIM.CO/ARIDJWANA
Mohammad Abduh 

OLEH: Mohammad Abduh (superbeddu@gmail.com)

SERUAN berhemat yang sudah sering digaungkan pemerintah Kaltim, tampaknya "hanya di mulut saja". Itikad berhemat menyikapi kondisi keuangan daerah yang menipis hanya sebatas niat, tapi tidak dengan kenyataan sikap.

Buktinya, masih ada aktivitas "jalan-jalan" yang dilakukan pejabat, yang kurang pas. Tidak melulu ke luar kota, tapi bahkan ke luar negeri.

Akhir tahun 2013 lalu, rombongan Pemprov dan anggota DPRD Kaltim berwisata ke festival dan karnaval tahunan Pasadena di Amerika Serikat.

Biaya jalan-jalan pejabat itu menelan biaya yang tidak sedikit dan dibiayai oleh uang rakyat (APBD). Meski mereka beralasan, plesiran itu memiliki tujuan mempromosikan wisata Kaltim di Amerika.

Sebelumnya, beberapa pejabat Dinas Pertambangan Pemprov Kaltim juga berkunjung ke Italia untuk memenuhi undangan terkait pertemuan pertambangan. Wow... jauh-jauh ke Italia bahas tambang, sementara banyak tambang di Kaltim yang belum terurus dan memakan puluhan korban jiwa dan mayoritas adalah anak-anak.

Lalu, apa hasil pertemuan pertambangan di Italia itu? Apa ini pantas dilakukan?

Tahun ini, pertengahan Maret lalu, Gubernur Kaltim Awang Faroek bersama sekitar 10 pejabat teras di lingkup Pemprov Kaltim kembali ke luar negeri. Kali ini tujuannya ke Australia. Lawatan ke Negeri Kanguru tersebut untuk menjajaki kerja sama pendidikan, pertanian dan peternakan.

Sampai saat ini, Pemprov belum menepati janjinya memberikan penjelasan ke masyarakat, apa hasil yang didapat dari kegiatan mereka.

Belum lama ini rombongan kepala dinas juga ramai-ramai ke Jakarta menghadiri peluncuran "buku Gubernur".

Kabar terbaru, Pak Awang beserta rombongan akan kembali ke Rusia. Ia berencana menindaklanjuti kerja sama Indonesia-Rusia, yaitu proyek pembangunan rel kereta api yang akan dibangun PT Kereta Api Borneo (KAB) dengan JSC Russian Railways.

Proyek sistem kereta api (KA) yang menggandeng perusahaan asal Rusia itu nantinya meliputi kawasan Kaltim dan Kalimantan Tengah.

Soal jalan-jalan ini tidak hanya ada di Kaltim saja tapi juga di daerah-daerah lain. Percaya tidak percaya, masih ada pejabat dan anggota dewan yang ingin menjadi wakil rakyat karena mengejar fasilitas jalan-jalan ini. Siapa yang tidak mau, seluruhnya ditanggung uang rakyat. Ya, mereka hanya tinggal bekerja.

Entah benaran bekerja atau lebih banyak berwisatanya. Karena dalam banyak lawatan seringkali ditemukan mereka ini membawa keluarga. Istri, anak, saudara dan sebagainya.

Ironisnya lagi, meski mendapat kritikan jelang pelaksanannya, jalan-jalan ini tetap saja dilakukan. Kok sampai segitunya ngototnya ya?

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved