Tranz Cafe, Surganya Kafe di Perbukitan
Disebut surga, karena sudut pemandangan seperempat bahkan setengah kota Samarinda bisa Anda nikmati di cafe ini.
Laporan Wartawan Tribun Kaltim Anjas Pratama
TRIBUNKALTIM.CO - "Background-nya cocokkan dulu. View pemandangan harus dapat," ujar salah satu pengunjung di Tranz Cafe Samarinda, sambil memegang ponselnya dan bergaya selfie bersama kawan-kawannya.
Yup, Samarinda tak hanya terkenal dengan banjirnya. Bukan pula terkenal dengan Trans Studio yang tak jadi-jadi. Telisik lebih dalam, sebuah surga kafe dan kuliner bisa anda dapatkan ketika berkunjung ke Kota Tepian.
Tranz Cafe namanya. Disebut surga, karena sudut pemandangan seperempat bahkan setengah kota Samarinda bisa Anda nikmati di cafe yang sudah mulai beroperasi sejak 21 Maret 2015 ini.
"View memang menjadi salah satu daya tarik kami saat membuka kafe. Islamic Center, Big Mall Samarinda, serta kerlap-kerlip lampu dari ratusan perumahan terlihat jelas. Indahnya pemandangan kerap membuat tempat ini kerap dijadikan studio foto dadakan, untuk pre-wedding maupun foto model," ujar Kho Phi Wen, pemilik Tranz Cafe.
Padahal, dituturkan Kho Phi Wen bersama istrinya, Rita, tempat ini dulunya merupakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
BACA JUGA: Tampilan Topping Kopi Kini Dapat Beraneka Warna. . .Seperti Apa Rasanya
"Dulunya seperti itu. Tetapi pertimbangan pemandangan yang seperti surga, membuat banyak keluarga serta kerabat memberi kami saran membuka usaha kuliner. Akhirnya kami turuti. Awalnya tempat ini sempat mangkrak juga," kata mereka.
Meskipun diakui Kho Phi Wen, letak kafe yang berada di ujung Samarinda, tak akan membuat pengunjung menyesal menyambangi kafe tersebut.
"Untuk bisa menikmati sesuatu yang indah memang butuh perjuangan. Seperi ketika anda ke Gunung Bromo, maka harus mendaki dulu baru bisa nikmati pemandangan. Begitu pula dengan kafe ini. Bedanya, di sini tak perlu mendaki, cukup bawa kendaraan saja," katanya.
Meskipun terletak di ujung Samarinda, untuk bisa menyambangi Tranz Cafe bukanlah hal yang sulit.
BACA JUGA: Ini Dia Tips Menikmati Kopi Tanpa Bikin Lambung Perih
Jika di kalkulasi, hanya butuh waktu 5 menit dari Jembatan Mahakam untuk bisa sampai di Tranz Cafe. Tentu jika tak ada macet.
Usai belok kiri di Jembatan Mahakam, atau jalan lurus dari arah Islamic Center, maka anda cukup belok kanan di pertigaan sebelum Big Mall Samarinda. Setelah itu, anda akan memasuki kawasan Pergudangan Samarinda.
Lurus saja hingga di ujung jalan kemudian anda akan melihat tulisan besar Tranz Cafe di puncak gunung. Itulah Tranz Cafe Samarinda.
Memasuki gerbang Tranz Cafe, sudah ada petugas parkir yang akan memandu anda ke kafe yang berada di atas gunung tersebut.
BACA JUGA: Bakso Sapi Sudah Biasa, Ini Dia Bakso Lele Goreng Kuah Cuko
Tetapi, sebelum tiba, Anda harus menggenjot kendaraan menaiki gunung dengan elevasi sekitar 60 derajat.
Tak perlu khawatir dengan area parkir, karena di Tranz Cafe, karena tempat parkir mereka sangat luas, serta terpisah antara mobil dan motor.
Untuk jam operasional, Tranz Cafe sudah bisa dinikmati pengunjung sejak pukul 17.00 hingga 24.00. Itu untuk Senin hingga Jumat.
Khusus untuk Sabtu dan Minggu, jam operasional lebih lama yakni sejak 16.00 hingga 01.00 dini hari.
BACA JUGA: Tak Hanya Sehat, Bubur Ayam Beras Merah di Sini Dijamin Nikmat
Indahnya pemandangan juga diakui rombongan pengunjung mahasiswa yang kala itu berkunjung.
"View-nya memang menjual. Selain itu, harganya juga cukup terjangkau. Selfie dan upload ke media sosial menjadi hal wajib dilakukan. Biasanya kami habiskan waktu sekitar 2 hingga 3 jam untuk santai di cafe. Makanan favorit kami nasi goreng," ujar Rizki Fitrianti, salah satu pengunjung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tranz-cafe-samarinda_20160426_215312.jpg)