Berita Eksklusif
Di Provinsi Ini Masih Banyak Gedung Sekolah yang Rusak, Ternyata Anggarannya. . .
Menurutnya, Kaltim hanya mengalokasikan sekitar 16,5 persen untuk pendidikan.
Penulis: Siti Zubaidah |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masih adanya gedung sekolah rusak di beberapa daerah di Kaltim mengundang keprihatinan anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rita A Barito.
"Jelas miris sekali. Kok bisa tidak diperhatikan oleh Dinas Pendidikan," kata Rita, Senin (2/5/2016).
Persoalan anggaran menurut Rita masih menjadi kendala perbaikan fasilitas pendidikan. Bahkan, politisi asal Golkar ini menyebut Pemprov Kaltim belum mengalokasikan anggaran pendidikan mencapai 20 persen dari total APBD.
Menurutnya, Kaltim hanya mengalokasikan sekitar 16,5 persen untuk pendidikan.
"Dan ternyata anggaran itu pun tidak sepenuhnya untuk pendidikan. Saya juga bingung, yang harus 20 persen itu yang seperti apa," tutur wanita berjilbab ini.
Baca: Bisa Baca Tulis Saja Sudah Cukup, Beginilah Potret Pendidikan Anak di Kampung Teluk Sulaiman
Sederet masalah pendidikan Kaltim masih belum terselesaikan.
"Gaji guru honor belum layak. Masih ada gedung sekolah yang representatif, infrastruktur yang pendidikan yang belum mendukung. Contohnya belum semua sekolah bisa UN Online, apa lagi yang tidak ada listriknya," ungkap Rita.
Cita-cita memeratakan pendidikan di Kaltim dinilai Rita belum terwujud. Kondisi ini diperparah dengan masih adanya oknum yang menyalahgunakan dana pendidikan.
"Saya pernah kunjungan ke SMA 1 Separi. Saya marah besar di sana karena dapat informasi dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang dari kabupaten, ada yang potong. Harusnya per siswa dapat Rp 1 juta, ini malah dapat Rp 800 ribu saja," beber Rita.
Rita mengajak masyarakat dan guru, aktif melaporkan persoalan pendidikan yang terjadi di sekitarnya.
Baca: Ruang Kelas Panas, Guru Terpaksa Bawa Kipas Angin Sendiri
"Sampai ada siswa yang belajar di gudang, menumpang rumah, belajar di kolong jembatan. Ini semua karena lambat melaporkan ke Dinas atau ke DPRD. Laporkan segera biar penanganannya bisa cepat," tegasnya.
Rita juga berharap Dinas Pendidikan menginventarisasi persoalan yang ada. "Inventarisasi dulu. Kemudian tentukan mana yang harus segera diselesaikan. Sebab, kondisi keuangan Kaltim juga saat ini lagi tidak bagus," tuturnya.
Tahun ini tidak ada pembangunan dan perbaikan untuk sekolah yang rusak di Samarinda. Hal tersebut diungkapkan Laila Fathiha, Wakil Komisi IV DPRD Samarinda, Senin (1/5/2016).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sekolah-rusak_20160503_165056.jpg)