Perusahaan Sewa Tugboat Malaysia Tarik Tongkang Anand 12
Saat memasuki perairan perbatasan Indonesia, tugboat Fordeco 103 Malaysia yang menarik tongkang Anand 12 ini dikawal oleh KRI Mandau.
Penulis: Junisah |
TRIBUNKALTIM.CO.TARAKAN - Tongkang Anand 12 yang dibajak kelompok bersenjata Abu Sayyaf akhirnya tiba di Perairan Kota Tarakan Provinsi Kaltara.
Tongkang Anand 12 ditarik kapal tugboat Fordeco 103 Kota Kinabalu Malaysia dari Lahad Datu Malaysia ke Kota Tarakan.
Tongkang Anand 12 yang bermuatan 7.000 ton batubara ini tiba di Perairan Kota Tarakan, pukul 19.00 Minggu (8/5/2016).
Saat memasuki perairan perbatasan Indonesia, tugboat Fordeco 103 Malaysia yang menarik tongkang Anand 12 ini dikawal oleh KRI Mandau.
KRI Mandau mengawal tugboat Fordeco dan tongkang Anand 12 ini sampai di lepas laut dekat Dermaga Lantamal XIII Tarakan Pelabuhan Mamburungan.
Setelah semalam berada di Perairan Tarakan, tongkang Anand 12 pun diserahterimakan, pukul 08.00 Wita, Senin (9/5) di atas tugboat Fordeco 103.
(Baca juga: Tongkang Anand 12 Segera Tiba di Perairan Ini)
Serah terima dilakukan dari TNI AL Lantamal XIII Tarakan kepada Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Tarakan.
Lalu KSOP Kota Tarakan menyerahkan kepada perwakilan Patria Maritim Line, perusahaan pemilik tongkang Anand 12.
Selaku perwakilan PT Patria Maritim Line, pemilik tongkang Anand 12, Zulfikar mengaku, untuk menarik tongkang Anand 12 dari Lahad Datu ke Kota Tarakan, pihaknya menyewa khusus tugboat Fordeco 103.
“Kami sewa kapal tugboat Fordeco Malaysia ini. Namun untuk berapa harga sewa kapalnya kami tidak tahu, karena pimpinan perusahan yang tahu. Saya ini hanya staf biasa saja yang mewakili perusahaan untuk mengikuti serah terima tongkang Anand 12 di Tarakan,” ujarnya.
Asisten Operasi (Asop) Lantamal XIII Tarakan, Kolonel Laut (Pelaut) Djamaluddin Malik mengungkapkan, dalam hal ini KRI Mandau hanya melakukan pengawalan pengamanan tugboat Ferdeco 103 yang menarik tongkang Anand 12 saat berada di Perairan Indonesia.
“Setelah melakukan pengawalan, KRI Mandau kembali melakukan patroli di daerah perbatasan. Selanjutnya tongkang Anand 12 kami serahkan kepada KSOP Tarakan untuk dilanjutkan kepada perusahaan selaku pemilik tongkang,” ujarnya.
Terkait dengan rencana pengamanan perairan di perbatasan tiga negara yaitu, Indonesia, Malaysia, dan Filipina, kata Djamaluddin, ia tidak mengetahui secara pasti, karena itu dibahas di tingkat atasan.
“Kami ini hanya menunggu perintah atasan selanjutnya seperti apa,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/anand-12_20160509_203828.jpg)