Milisi Abu Sayyaf
Empat ABK Diberi Istirahat dan Kumpul Bersama Keluarga, Mereka pun Tetap Terima Gaji
Syahrul mengatakan, dengan bebasnya empat ABK Tugboat Henry, pihaknya memberikan kesempatan kepada mereka beristirahat di rumah.
Penulis: Junisah |
TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Bebasnya empat ABK Tugboat Henry yang menarik tongkang Christy disambut gembira Pimpinan PT Global Trans Energy International Cabang Tarakan Syahrul.
Dia mengucapkan terima kasih atas peran pemerintah Indonesia dan Filipina.
"Kami mengucapkan syukur Alhamdulillah ABK kami telah dibebaskan. Tentunya ini tidak terlepas dari peran pemerintah Indonesia yang bekerjasama dengan pemerintah Filipina," ucapnya, Jumat (13/5/2016) di Lanud Tarakan.
Syahrul mengatakan, dengan bebasnya empat ABK Tugboat Henry, pihaknya memberikan kesempatan kepada mereka beristirahat di rumah berkumpul bersama keluarga untuk memulihkan mental dan staminanya.
"Kita kasih kesempatan mereka memulihkan mental dan staminanya. Kami juga tidak memberikan batasan waktu. Kami serahkan kepada mereka, kapan siap dan bisa kembali bekerja di kapal. Selama mereka di rumah, gaji mereka tetap kami berikan," ujar Syahrul.
Baca: Demi Keselamatan Nyawa, 4 ABK Sepakat Mengaku Islam
Diakui, selama ada kejadian WNI disandera kelompok bersenjata di atas kapal di perairan Filipina-Malaysia, pihaknya tidak lagi mengeskpor batu bara ke Filipina.
"Apalagi kami juga ada imbauan dari Kementerian ESDM untuk sementara tidak mengekspor batu bara ke Filipina," katanya.
Baca: Kisah Empat ABK yang Ditawan Abu Sayyaf, Makan Kelapa Kering agar Bertahan Hidup
Mengenai rencana adanya pengawalan dari anggota TNI untuk setiap kapal berlayar ke Filipina disambut baik oleh Syahrul.
Ide pengawalan ini sangat bagus sekali dan memang harus seperti itu, karena ini untuk memberikan pengamanan kepada kru dan kapal. (*)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sandera-wni-abk-tb-henry_20160514_173021.jpg)