Breaking News

Salam Tribun

Fashion Police

Biasanya baju itu dipadupadankan dengan celana kargo berwarna khaki, bersama sepatu boot rendah berwarna senada. Pokoknya keren dan gagah betul!

Kompas.com
Aksi polisi mengenakan kaus Turn Back Crime saat peristiwa teror bom di Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta, beberapa waktu lalu. 

PERNAH menonton acara Fashion Police yang ditayangkan stasiun televisi E!?

Sebuah acara dimana para host-nya memberi komentar mengenai gaya busana para selebriti saat menghadiri ajang red carpet.

Pada awalnya, pembaca acara Fashion Police adalah Joan Rivers, George Kotsiopoulos, Giuliana Rancic, dan Kelly Osbourne.

Belakangan komposisi host berubah karena Joan Rivers yang dikenal kerap mengkritik gaya busana selebriti secara tajam meninggal dunia 4 September 2014.

Para pembawa acara ini bak polisi mode. Mereka akan mengomentari apa yang pantas dan tidak untuk dikenakan para selebriti. Bahkan, mereka kerap membandingkan selebriti yang berpakaian tak layak dengan gaya busana warga biasa yang lewat di jalanan.

Nah di Indonesia saat ini juga tengah merebak demam 'fashion police'. Bukan acara atau ajang mengkritik pakaian seperti yang ditayangkan jaringan stasiun televisi milik Fox itu, melainkan gaya fesyen ala polisi yang dipakai saat mereka bertugas.

Ya beberapa bulan terakhir sejak diperkenalkan pada akhir 2015 lalu di Jakarta, beberapa kepolisian di daerah menggunakan kaus dengan tulisan Turn Back Crime.

Kaus itu berjenis polo shirt dengan dominasi warna biru tua, berlogo Turn Back Crime di dada sebelah kanan, bagian lengan kanan ada emblem merah putih, kemudian ada tulisan "Polisi" di bagian belakang baju tersebut.

Biasanya baju itu dipadupadankan dengan celana kargo berwarna khaki, bersama sepatu boot rendah berwarna senada. Pokoknya keren dan gagah betul! Tampak fashionable!

Serta-merta masyarakat pun keranjingan dengan mode itu. Terlebih banyak lapak-lapak yang menjual kaus tersebut.

Berbondong-bondong, masyarakat yang 'melek' fashion dan merasa kekinian langsung memburunya dan mengenakan di berbagai kesempatan. Tak jarang mereka juga mengunggah foto-foto diri ke medsos dengan memakai kaus tersebut.

Sempat terjadi kebingungan terhadap keberadaan kaus itu, apakah itu baju khusus bagi anggota polisi atau bisa dipakai masyarakat sipil.

Apalagi beredar isi broadcast BBM larangan membuat warga yang kadung suka dan tengah menikmati pemakaian kaus itu pun kecewa, khawatir, plus takut-takut.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved