Senin, 20 April 2026

Berita Unik

Penyakit Langka Ubah Kulit Anak Laki-laki ini Menjadi Seperti Patung Batu

Penyakit kelainan kulit yang ia alami ini secara perlahan mengubah tubuhnya menjadi seperti patung batu.

Cover Asia Press
Ramesh Darji (11) menderita penyakit kulit langka yaitu Ichthyosis, yang menyebabkan tumbuh kulit tebal di sekujur tubuhnya. 

TRIBUNKALTIM.CO, NEPAL - Ketika Nar Kumari (26) menggendong bayi yang baru dilahirkan pertama kali, ia menganggap jika anaknya terlahir sempurna seperti bayi normal pada umumnya.

Namun, ketika anaknya berusia 15 hari setelah pulang dari rumah sakit pasca melahirkan, kulit anaknnya mulai terkelupas dan berganti menjadi kulit tebal berwarna hitam yang perlahan menimbulkan rasa sakit pada tubuh anaknya.

Dilansir Tribunkaltim.co melalui laman Dailymail, Kamis (9/6/2016), Ramesh Darji (11) menderita penyakit kulit langka yaitu Ichthyosis, yang menyebabkan tumbuh kulit tebal di sekujur tubuhnya.

Penyakit kelainan kulit yang ia alami ini secara perlahan mengubah tubuhnya menjadi seperti patung batu.
Lebih parahnya akibat kelainan kulit yang dideritanya juga menyerang kemampuannya berjalan bahkan berbicara.

Baca: Pemuda Ini Punya Penyakit Langka, Testisnya Sebesar Semangka

Dengan kondisi yang dialami Ramesh, membuatnya tidak memiliki teman satu orangpun. Karena teman seusianya takut melihat kondisi tubuhnya dan takut jika berada di dekatnya.

Hal itu membuat Ramesh terisolasi di dalam rumah tanpa seorang teman.

Semakin bertambah usia, penyakit kulit tersebut semakin bertambah buruk. Pada usia 5 tahun Ramesh pernah mengeluh kepada orangtuanya karena menderita kesakitan di seluruh tubuhnya.

Orangtua Ramesh telah mencoba mengobati penyakit yang diderita anaknya. Namun para dokter setempat tidak mampu menjelaskan apa penyebab yang membuatnya mengalami penyakit langka ini.

Baca juga: Penyakit Langka, Bocah Ini Memiliki Fisik Seperti Orang Tua

Selain itu untuk mendapatkan perawatan intensif menangani penyakit yang diderita anaknya, Nar mengaku tidak memiliki cukup uang karena perawatan pengobatan yang terbilang sangat mahal.

Mereka tidak mampu melakukan sesuatu untuk menyembuhkan anak mereka dan hanya bisa melihat anaknya menderita hari demi hari.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved