Minggu, 19 April 2026

Dulu Persiba Main di Lapangan Merdeka, Sekelilingnya Dipasangi Papan Triplek

Saat peresmian Stadion Persiba digelar pertandingan persahabatan pertama antara Persiba melawan PSSI Garuda.

TRIBUN KALTIM/FACHMI RACHMAN
Stadion Parikesit, tempat tim Persiba Balikpapan berlatih dan bertanding. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Persiba Balikpapan pernah jaya dan menjadi salah satu tim sepakbola disegani di negeri ini.

Tahun 1986, Persiba meraih Juara I kompetisi Divisi I PSSI. Atas prestasi Persiba, tahun itu juga Syarifuddin Yoes, Walikota Balikpapan saat itu meminta Pangdam IVTanjugpura Mayjen TNI Feisal Tanjung mengumpulkan perusahaan-perusahaan di Balikpapan. Mereka diajak gotong royong membangun Stadion Persiba.

Menurut M Masykur T, bekas wasit senior yang juga pengurus Persiba dan Mashud Mahmud, pengurus Persiba tahun 1986-1997, Persiba di era 1986 merupakan tim papan atas di Indonesia.

"Saat itu Walikota Syarifuddin Yoes memanggil Pak Panglima Faisal Tanjung berdiskusi mengenai bagaimana cara mengumpulkan dana untuk membangun Stadion Persiba. Pak Faisal memprakarsai pengumpulan dana. Ia memanggil dan mengumpulkan semua perusahaan," ujar M Mahmud.

Baca: Stadion Parikesit Klub Persiba Pokoknya Harus Kosong 1 Januari 2017 karena akan Dipakai Pertamina

Stadion Persiba dulunya memang seperti lapangan pada umumnya. Stadion Persiba awalnya bukanlah stadion, melainkan hanya lapangan bernama Lapangan Persora. Ketika melalui proses ke tahap pembangunan stadion, dicetuslah nama Stadion Persiba.

"Setelah dana terkumpul, Pak Faisal Tanjung ke Jakarta bertemu langsung dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) agar stadion yang ada di area Pertamina bisa dibangun. Dari pertemuan itu, akhirnya disepakati Lapangan Persora dijadikan Stadion Persiba," tuturnya.

Saat peresmian Stadion Persiba digelar pertandingan persahabatan pertama antara Persiba melawan PSSI Garuda.

"Kalau tidak salah tahun 1987, ada ujicoba dan peresmiannya. Menandai ujicoba lapangan, ada laga persahabatan," kata pria kelahiran Samarinda, 16 Februari 1948 yang sejak kecil tinggal di Balikpapan.

Sebelum Lapangan Persora dibuat, pertandingan tim Persiba berlangsung di Lapangan Merdeka, Jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan. Ketika diadakan pertandingan lanjut Masykur T, lapangan dikelilingi papan triplek yang tingginya 2,5 meter agar penonton bisa membeli tiket.

"Dulu, di Lapangan Merdeka yang saat ini masih dipakai untuk upacara bendera, apabila tim Persiba tanding resmi akan ditutupi (kelilingi) triplek. Lawan PSSI Garuda, PS Ujung Pandang, dan lawan tim lainnya, pasti ditutupi triplek. Seluruhnya ditutup," kata Masykur.

Baca: Mampu Tampung 42 Ribu Penonton, Stadion Persiba Mirip Lapangan Arsenal

Menurut Masykur, tidak ada bangku VIP (kecuali tamu terhormat) atau tribun. Semua penonton apabila ingin menonton sama rata. Tiket untuk menonton pertandingan Rp 2.500.

"Tiketnya itu kalau tidak salah sekitar Rp 2.500. Tidak ada VIP dan lain sebagainya. Semua rata, menonton pertandingan itu berdiri dan kadang duduk di rumput lapangan. Ada VIP itu untuk para pengawas saja di tengah lapangan, dan di situ (VIP) juga disediakan ada tempat kursi untuk tempat duduk dan tamu undangan terhormat lainnya," ujar pensiunan wasit pada 2004.

Mashud menyambung cerita Masykur, dulu, penontonnya pun begitu tertib untuk menonton pertandingan di Lapangan Merdeka.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved