Minggu, 24 Mei 2026

Ngeri. . . di Universitas Ini, Otak Manusia Diiris, Dipotong, dan Disimpan dalam Ember Plastik

Ruangan penyimpanan ini dipenuhi dengan aroma bau busuk dari bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan otak.

Tayang:
dailymail.co.uk
Otak manusia diiris tipis-tipis untuk kemudian diawetkan di bank otak. 

TRIBUNKALTIM.CO, INGGRIS - Ratusan ember plastik Tupperware berwarna putih ditumpuk-tumpuk disebuah ruangan di Hammersmith.

Jika sekilas terlihat ember-ember tersebut berisikan cat atau semen. Namun jangan salah di dalam ember terdapat ratusan otak-otak manusia dari para donatur yang baru saja meninggal dan memutuskan mendonorkan otak mereka untuk dijadikan bahan penelitian.

Ruangan penyimpanan ini dipenuhi dengan aroma bau busuk dari bahan kimia yang digunakan untuk mengawetkan otak.

Bank penyimpanan otak ini terletak di Universitas Imperial College London. Universitas ini menjadi bank otak terbesar di Inggris saat ini yang didanai oleh lembaga Parkinson Inddris dan Muliple Sclerosis Society Inggris.

Tujuan dibangunnya bank penyimpanan otak yakni sebagai bahan penelitian jaringan otak untuk mempelajari mengenai suatu penyakit.

Saat ini telah terdapat 12 bank penyimpanan otak yang ada di Inggris dan tempat penyimpanan terbesar. Terdapat sekitar 1.650 otak manusia yang ada di dalam bank ini.

Sementara itu para penggalang dana atau donatur mengharapkan suatu hari organ otak tersebut dapat memberikan manfaat penting bagi perkembangan ilmu kesehatan.

Ketika seseorang mendonasikan otak ke bank ini, nantinya setengah bagian otak akan dibekukan dan bagian lainnya akan dicampur bahan kimia untuk diawetkan.

Bagian otak yang dibekukan tersebut diiris dan dipotong untuk mendapatkan bagian jaringan otak yang dibutuhkan untuk penelitian oleh para ilmuwan.

Mengutip Dailymail, Kamis (16/6/2016), seorang professor neuropathologi bernama Steve Gentlemen yang mengajar di Imperial College London telah lama melakukan penelitian menggunakan otak manusia.

Sudah menjadi rutinitas kesehariannya memotong dan mengiris organ otak dari bentuk utuh menjadi potongan kecil jaringan otak.

Saat ditanya bagaimana tekstur otak ketika di belah menggunakan pisau, inilah penuturan sang profesor.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved