Cuaca Ekstrem

Cuaca Panas, Ini yang Terjadi pada Tubuh

Bila kita dehidrasi, tubuh tidak dapat menghasilkan keringat sehingga suhu tubuh akan meningkat.

Thinkstock
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO - Cuaca yang sangat panas, bahkan di beberapa negara suhunya bisa mencapai lebih dari 45 derajat celcius di musim panas, bisa berdampak negatif pada tubuh.

Tubuh kita memang memiliki kemampuan beradaptasi, termasuk saat menghadapi cuaca panas. Berikut adalah beberapa hal yang terjadi pada tubuh untuk menjaga fungsinya tetap normal.

- Saat suhu di luar mencapai 48 derajat celcius, tubuh akan memproduksi lebih banyak keringat agar kita bisa bertahan. Untuk mengimbanginya, kita disarankan untuk minum cukup air agar tubuh bisa memproduksi keringat.

Baca: Setelah India dan Pakistan, Gelombang Panas Merambat ke Palestina

Bila kita dehidrasi, tubuh tidak dapat menghasilkan keringat sehingga suhu tubuh akan meningkat.

- Serangan panas (heat stroke) terjadi saat suhu tubuh mencapai 40 derajat celcius. Gejala yang dialami antara lain pusing, mual, muntah, kulit kemerahan, detak jantung meningkat, dan sakit kepala.

Baca: Musim Panas di Eropa, Inilah Tantangan bagi Mereka yang Berpuasa di Jerman

- Sebelum terjadi serangan panas, cuaca panas dan dehidrasi akan menyebabkan kelelahan akibat panas. Gejala yang perlu diwaspadai antara lain kulit menjadi dingin, keringat mengucur deras, pusing, dan sakit kepala.

Segeralah mencari tempat yang sejuk dan minum air dingin atau minuman olahraga (sport drink) agar tidak menjadi serangan panas. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved