Milisi Abu Sayyaf
Ngeyel Berlayar Lewat Jalur Konflik, Akhirnya 7 ABK dan Tongkang Batu Bara Dibajak
Apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan dalam operasional pelayaran mereka tetap melalui jalur tersebut.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Ngeyel melakukan pelayaran melewati jalur konflik akhirnya PT Perusahaan Pelayaran Rusianto Bersaudara kehilangan tujuh Anak Buah Kapal (ABK) dan tongkang batu bara milik mereka.
Padahal mereka sudah diperingatkan KSOP Samarinda untuk tidak berlayar melalui jalur konflik di perairan Sulu Filipina.
Apabila terjadi suatu hal yang tidak diinginkan dalam operasional pelayaran mereka tetap melalui jalur tersebut, sepenuhnya merupakan tanggung jawab perusahaan.
Hal tersebut sesuai dengan surat pernyataan yang mereka tujukan kepada KSOP Samarinda sebagai lembaga pemegang izin pelayaran.
Baca: TNI AL Butuh Waktu 15 Jam Mencari TB Charles
Demikian diungkapkan Kepala KSOP Samarinda, Kolonel Laut Yus K Usmany saat ditemui Tribunkaltim.co di pelabuhan Semayang Balikpapan, Sabtu (25/6/2016).
Ditanya apakah kapal TB Charles saat melakukan pelayaran pulang dari Filipina menuju kembali ke Indonesia melalui rute yang seharusnya atau tidak, pihaknya masih belum mau berkomentar banyak.
"Itu urusan nakhoda, kami tidak mungkin memonitoring perjalanan setiap kapal utuh," tegasnya. (*)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tb-charles-di-pelabuhan-semayang_20160625_095719.jpg)