Senin, 20 April 2026

Vaksin Palsu Beredar

Telusuri Penyebaran Vaksin Palsu, Dinkes dan BPOM Nyatakan 32 Titik yang Disidak Aman

Titik-titik sidak diungkapkan Fanani menyebar di beberapa area yang merupakan tempat digunakannya vaksin.

TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Stok vaksin di gudang Farmasi Dinkes Kaltara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Sebanyak 32 titik penggunaan vaksin yang ditelusuri Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (POM) Samarinda 100 persen diyatakan aman dari vaksin palsu.

Hal ini sesuai hasil penelusuran tim BPOM beserta Dinkes Provinsi dan Kota Samarinda di beberapa daerah sejak Jumat lalu.

"Sidak sudah kami lakukan bersama Dinkes Provinsi Kaltim dan Dinkes Kota Samarinda dan Balikpapan sebagai sektor utamanya. Hasil sidak kami hingga saat ini belum menemukan vaksin palsu beredar," ujar Kepala BB POM Samarinda M Fanani, Rabu (29/6/2016).

Titik-titik sidak diungkapkan Fanani menyebar di beberapa area yang merupakan tempat digunakannya vaksin.

Baca: Ibu-ibu Khawatir, Vaksin di Posyandu Amankah?

"Vaksin ini termasuk salah satu yang obat dengan risiko tinggi. Oleh karena itu, pemantauannya kami lakukan ketat. Kami mengawasi dari pre market hingga ke post market. Post market kami cek dari distributor hingga sarana pelayanan. Sampai saat ini sudah 32 titik, terdiri dari pedagang besar farmasi, apotek, klinik, dan instansi farmasi. Semuanya belum ditemukan proses yang diduga ilegal. Sekarang kami masih turun ke sarana-sarana yang lain. Jadi sidak masih belum selesai," katanya.

Metode sidak dijelaskan Fanani bertumpu sesuai skala prioritas yang ditentukan tim gabungan.

Rumah sakit pemerintah bukan berarti tak kami sidak, tetapi fokus kepada skala priotitas yang kemungkinan ada hal tersebut (vaksin palsu).

"Metode kami lakukan dengan inspeksi langsung ke tempat-tempat tersebut. Apakah vaksinnya berasal dari sumber resmi atau tidak. Jika dari sumber yang resmi, kami cek faktur dan administrasinya. Kalau sudah pas dan sesuai, maka tak ada masalah. Tetapi jika belum dan berasal dari sumber yang tak resmi, itu yang kami akan telusuri," ujarnya.

Sejauh ini, distributor-distributor besar yang bergerak dalam bidang pendistribusian vaksin masih dalam kategori tak ada masalah, dimana tindakan oplosan vaksin seperti yang terjadi di beberapa daerah tidak diketemukan.

"Kalau yang resmi, tak mungkin mereka lakukan. Tak berani. Begitu ketahuan langsung ditutup pabriknya," ujarnya.

Dikonfirmasi apakah ada kemungkinan vaksin-vaksin ilegal yang disembunyikan dalam sidak tersebut, Fanani memastikan hal itu tak terjadi.

Baca: Nah Lho, BPOM dan Dinkes Curigai Satu Klinik di Balikpapan Gunakan Vaksin Palsu

"Kami inspeksi kan mendadak, tanpa pemberitahuan. Bahkan administrasi pembukuannya juga kami lakukan. Karena sumber resmi itu kan dari pembukuannya. Pemeriksaan pun dilakukan hingga sampai ke nomor bedge-nya. Jika nomor bedge tak sama dengan barangnya, itu yang kami tanyakan," ujarnya.

Waktu sidak ini juga dijelaskannya masih berlanjut sampai dengan kondisi dianggap aman.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved