Wow, Kaltara Bakal Raup Rp 5 Triliun per Tahun dari Air yang Lewati Bendungan PLTA

Sedang Izin Konstruksi yang dibutuhkan investor PLTA, lanjutnya, disodorkan ke pusat untuk mendapat rekomendasi.

Wow, Kaltara Bakal Raup Rp 5 Triliun per Tahun dari Air yang Lewati Bendungan PLTA
TRIBUN KALTIM / MUHAMMAD ARFAN
Sebuah perahu cepat membelah aliran air Sungai Kayan beberapa waktu lalu. Potensi air sungai ini ditaksir mendatangkan PAD bagi Kaltara sebanyak Rp 5 Triliun per tahun dari penggunaan aliran air di PLTA Sungai Kayan nantinya. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR – Rencana kedatangan Presiden Joko Widodo ke Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), untuk meresmikan pembangunan bendungan tahap I Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Sungai Kayan membuka peluang investor megaproyek itu segera melengkapi persyaratan perizinan yang sejauh ini belum dikantongi.

Informasi terbaru yang didapat Tribunkaltim.co di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Provinsi Kaltara, investor PLTA PT Kayan Hydro Energi beberapa waktu lalu telah mengajukan permohonan perizinan lanjutan ke pemprov. Perizinan lanjutan yang dimaksudkan ialah Izin Air Permukaan dan Izin Konstruksi.

Dua jenis izin tersebut diperlukan investor untuk memulai mega proyek pembangunan PLTA berkapasitas 6.080 Mega Watt di hulu Sungai Kayan, tepatnya di Kecamatan Peso.

“Meskipun air dalam jumlah besar itu hanya melalui bendungan nanti, tetap investor harus berizin. Mereka sudah mengajukan dan itu sudah kami proses di PU,” sebut Suheriyatna Kadis PU Kaltara, Kamis (14/7/2016).

(Baca juga: Buruan Daftar, Beasiswa Kaltara Cerdas Mulai Bergulir)

Investor PLTA, sejak peletakan batu pertama di awal tahun 2014 lalu, sudah melengkapi Izin Prinsip dan Analisis Dampak Lingkungan.

Terakhir di akhir 2015 lalu, Menteri Lingkungan Hidup Kehutanan RI Siti Nurbaya Bakar menerbitkan Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH) seluas 225,71 hektar kepada perusahaan konsursium, PT Kayan Hydro Energi dan China Power Investment (CPI).

Khusus Izin Air Permukaan yang dimohonkan investor, Dinas PU Kaltara klaim Suheriyatna sudah memberi advice (rekomendasi) untuk disetujui Gubernur.

“Sudah kami proses. Sudah ada beberapa yang diparaf. Mungkin 1 atau 2 hari ini, Izin Air Permukaan sudah keluar, ditandatangani Gubernur,” sebutnya.

Sedang Izin Konstruksi yang dibutuhkan investor PLTA, lanjutnya, disodorkan ke pusat untuk mendapat rekomendasi dari Kementerian PU. Sedang tanda tangan izin akan dilakukan oleh Gubernur.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Arfan
Editor: Kholish Chered
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved