Selasa, 9 Juni 2026

Berita Tarakan Terkini

Dexlite Naik, Bright Gas Ikut Mahal, Pangkalan: Pembeli Mulai Lirik LPG 3 Kg

Kenaikan harga LPG non-subsidi mulai berdampak pada perilaku konsumen di Tarakan, Kalimantan Utara.

Tayang:
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
KENAIKAN LPG TARAKAN - Salah satu pedagang LPG di Tarakan. Harga LPG Bright Gas di pangkalan Samudra Mas Kelurahan Pamusian mengalami kenaikan signifikan sejak 18 April 2026. (TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH) 

Ringkasan Berita:
  • Harga LPG nonsubsidi naik: 5,5 kg Rp130 ribu, 12 kg hingga Rp280 ribu.
  • Penjualan menurun, pembeli didominasi pelaku UMKM.
  • Pangkalan khawatir konsumen beralih ke LPG 3 kg subsidi.

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Kenaikan harga LPG nonsubsidi mulai berdampak pada perilaku konsumen di Tarakan, Kalimantan Utara.

Pangkalan mengungkapkan kekhawatiran pembeli beralih ke LPG subsidi 3 kg seiring melonjaknya harga Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg.

Setelah sebelumnya BBM jenis Dexlite mengalami kenaikan, kini giliran LPG nonsubsidi ikut naik per 18 April 2026.

Pantauan di salah satu pangkalan LPG Samudra Mas di Kelurahan Pamusian, harga tabung 5,5 kg kini mencapai Rp130 ribu per tabung.

Baca juga: Wawali Tarakan Wanti-wanti LPG Naik: Jangan Sampai Mahal Tapi Langka

Sementara untuk ukuran 12 kg dijual hingga Rp280 ribuan per tabung.

Mahmud, pemilik Pangkalan LPG Samudra Mas, mengungkapkan harga tersebut naik dibanding sebelumnya.

"Kalau sekarang kami ambil di agen sekitar Rp 265 ribuan. Terus di pangkalan beda-beda harga jualnya karena ini non subsidi," ungkap Mahmud, Kamis (23/4/2026).

Ia menyebut, sebelumnya LPG 12 kg Bright Gas dijual sekitar Rp250 ribu, namun kini naik menjadi Rp280 ribu.

Baca juga: Harga LPG Non Subsidi di Bulungan Belum Merata, Ini Alasan Agen

Mahmud juga mengungkapkan pasokan LPG non-subsidi di pangkalannya datang sekitar dua kali dalam sebulan, dengan jumlah berkisar 50 hingga 90 tabung.

"Karena masyarakat juga susah, jangkauan mereka," akunya.

Ia menambahkan, sejak harga naik, jumlah pembeli justru menurun. Konsumen yang masih bertahan umumnya berasal dari kalangan pelaku UMKM.

"Teman saya cerita, stok lama diborong jual pakai harga lama juga. Kalau saya tidak akrena sudah kosong jadi ini baru datang, belinya di agen harga setelah naik," akunya.

Baca juga: Harga Elpiji Non-subsidi Melejit, Gas Melon di Tarakan Terancam jadi Rebutan

Mahmud mengaku khawatir kenaikan harga ini mendorong masyarakat beralih ke LPG subsidi 3 kg, meski distribusinya sudah dibatasi.

"Pangkalan ini kan kami layani mulai dari RT 21, RT 12, RT 20, RT 30, di sana RT 2 RT 1 ada sebagian 27. Untuk UMKM kita kasih 2 tabung sekali datang. Sebulan bisa dua sampai tiga kali datang tabungnya," paparnya.

Ia juga menceritakan telah lama berjualan di wilayah tersebut sejak 2005, dari usaha sembako hingga kini menjual LPG.

Sumber: Tribun kaltara
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved