Antrean Daftar BPJS
Nomor Antrean tak Cukup, tak mau Disuruh Pulang, Warga Demo Petugas BPJS
Warga bahkan sempat menyampaikan rasa tidak puasnya kepada petugas BPJS dengan berunjuk rasa karena tak kunjung mendapatkan nomor antrean.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA – Animo masyarakat mengurus kartu jaminan kesehatan di kantor BPJS Kesehatan Samarinda tampak tinggi kembali, Jumat (15/7/2016).
Dari batas hanya 150 pendaftar dapat dilayani dalam sehari, warga membeludak hingga dua kali lipat. Hal ini terlihat dari nomor antrean warga yang kembali menyentuh angka 300 ke atas.
“Saya dapat nomor antrean 342. Sampai jam 14.00 Wita, nomor yang terpanggil baru 331. Ini berarti saya harus menunggu lagi,” ujar Resnu , warga Samarinda yang mengurus kartu peserta BPJS Kesehatan jalur mandiri alias perseorangan, Jumat.
Petugas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Samarinda memang kewalahan melayani ratusan pendaftar yang datang saban hari.
Warga melakukan itu untuk mendapatkan jasa perlindungan kesehatan dari BPJS Kesehatan sebab layanan kesehatan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) Samarinda telah dilebur ke dalam BPJS, sejak bulan lalu.
BACA JUGA:Ratusan Pendaftar Berebutan Tiap Hari, Warga Antre BPJS Sejak Subuh
Pantauan Tribun Kaltim, kemarin, sebagian dari warga yang datang mengendarai sepeda motor dan mobil pribadi.
Menurut Resnu, warga bahkan sempat menyampaikan rasa tidak puasnya kepada petugas BPJS dengan berunjuk rasa karena tak kunjung mendapatkan nomor antrean.
“Awalnya saya tidak dapatkan nomor antrean. Saat itu sekitar pukul 08.00 Wita. Karena sudah terlalu banyak yang menunggu tetapi tak dapat kejelasan antrean, kami pun berdemo. Warga banyak yang kecewa, karena sudah tiba di kantor BPJS, kok diminta pulang lagi akibat nomor antrean tak cukup,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Guntur yang ditemui usai menyelesaikan pendaftarannya di BPJS Kesehatan Samarinda tersebut.
“Akhirnya selesai juga. Saya dari pagi dan baru selesai daftar siang ini, pukul 14.30 Wita. Awalnya pengambilan nomor antrean sudah ditutup. Warga pun minta dibuka lagi. Setelah banyak yang meminta hal yang sama, kami pun diperbolehkan masuk kembali. Padahal awalnya tak bisa,” ujarnya.
Sehari sebelumnya, Kamis (14/7), hal seperti itu terjadi. Bahkan diungkapkan warga yang melihat, kejadian bukan hanya demo, ada warga yang mengamuk akibat sudah lama menunggu namun tak kunjung selesai mengurus kartu.
“Ada yang ngamuk kemarin. Dia terlanjur menunggu lama, kemudian tak dapat nomor antrean. Setelah didatangi petugas BPJS, baru berhenti teriak dan akhirnya diperbolehkan mengantre,” ujar Asiyah, warga yang ditemui Tribun Kaltim di kantor BPJS Samarinda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/antrean-daftar-bpjs-kesehatan_20160716_132458.jpg)