Antrean Daftar BPJS
Pengamat Kebijakan Publik: Dua Cara Ini Mampu Kurangi Antrean Pendaftaran BPJS
BPJS Kesehatan Samarinda bisa bekerjasama dengan Pemkot untuk memecah panjangnya antrean calon pendaftar, yang menumpuk di Kantor BPJS.
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Amalia Husnul A
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Samarinda bisa bekerja sama dengan Pemkot untuk memecah panjangnya antrean calon pendaftar, yang menumpuk di Kantor BPJS.
"BPJS harus bekerja sama dengan birokrasi. Dalam hal ini Pemkot Samarinda. Buka loket yang membantu pendaftaran di semua kelurahan," kata Pengamat Kebijakan Publik, Khairil Anwar.
Hal lain yang bisa dilakukan, kata Cody, sapaan Khairil Anwar yakni sosialisasi secara massif baik di media massa, media sosial, maupun lainnya. Tentunya, lengkap dengan petunjuk pendaftarannya secara online.
Cody juga menyarankan agar BPJS menyederhanakan cara pendaftaran online.

Khairil Anwar. (TRIBUN KALTIM/BUDHI HARTONO)
"Tidak usah terlalu banyak yang diisi. Nanti masyarakat malah bingung. Yang penting masyarakat bisa segera terdata dan terdaftar dulu. Sisa data lainnya, nanti bisa disempurnakan belakangan saja," tuturnya.
Diketahui, sudah sebulan terakhir BPJS Kesehatan di Jalan AW Sjahranie di Samarinda selalu dipenuhi warga.
Warga datang sejak subuh hanya untuk mendaftar BPJS, setelah pemerintah resmi menutup Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). (*)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/antre-daftar-bpjs-kesehatan_20160718_110258.jpg)