Untuk Perbaikan Jalan Longsor yang Perlu Rp 10 M, Beberapa Anggaran Terpaksa Dialihkan

Perlu perbaikan jalan Sendawar Raya, jalur Barong Tongkok – Melak, atau tepatnya di lereng bukit Sendawar areal Samarinda II, yang longsor lalu.

Penulis: Febriawan | Editor: Amalia Husnul A
tribunkaltim.co/febriawan
Kondisi jalan Sendawar Raya arah Barong Tongkok – Melak, separuh jalan mengalami longsor. Untuk memperbaiki jalan ini dipelukan dana Rp 10 M, yang diambil dari beberapa program perbaikan jalan. 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Barat (Kubar), tahun ini terpaksa harus menunda beberapa program pemeliharaan badan jalan, pasalnya anggarannya harus dialihkan.

Hal itu menyusul perlu adanya perbaikan jalan Sendawar Raya, jalur Barong TongkokMelak, atau tepatnya di lereng bukit Sendawar areal Samarinda II, yang beberapa waktu lalu mengalami musibah longsor.

“Untuk perbaikan jalan utama itu diperlukan dana sebesar Rp 10 Miliar (M), dengan penjang jalan 30 meter (M),” tegas Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kubar, Asrani, Jumat (22/7/2016) siang tadi.

Alokasi dana untuk perbaikan jalan itu, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daera (APBD) murni tahun 2016. Ia menjalaskan dana tersebut diambil dari anggaran perbaikkan atau pemeliharaan jalan yang telah disusun tahun ini.

”Beberapa program pemeliharaan jalan terpaksa harus kita tunda, sebab anggarannya dialihkan untuk perbaikan jalan Barong – Melak,” tegasnya.

BACA JUGA: Hujan Deras, Jalur Masuk ke Kota dan Titik Langganan Banjir Kembali Terendam Air

Hal itu terpaksa harus dilakukan, mengingat badan jalan yang rusak merupakan jalur utama yang kerap dilalui warga Kubar.

Dia menjelaskan di mana jalan tersebut mengalami musibah longsong di pertengahan bulan Februari tahun 2016. Saat itu semua program pembangunan telah disusun dan disahkan.

Sementara jalan tersebut adalah jalur utama trasportasi masyarakat yang harus segara ditangani. Dan juga dikhawatirkan apabila tidak segera diperbaiki akan mempengaruhi badan jalan lain.

Terutama di jalur sebelah atau arah yang berlawanan. “Jadi mau tidak mau kita harus menunda beberapa program pembangunan dan dananya dialihkan untuk perbaikan jalan,” jelasnya.

Kendati demikian, pria berkumis tipis ini ‘enggan’ membeberkan program apa saja yang harus dibatalkan tahun ini, lantaran anggarannya dialihkan.

Asrani menambahkan, perbaikan jalan tersebut dipredisikan akan rampung di tahun ini juga. Yang mana program pembangunan jalan itu, saat ini telah masuk tahap lelang.

BACA JUGA: Di Sekolah Ini, Tepuk Tangan Itu Dilarang, Alasannya. . .

“Akhir bulan ini atau awal bulan Agustus nanti, sudah selesai dan akan mulai dikerjakan,”ucapnya. Renovasi jalan itu nantinya kata Asrani, akan menggunakan teknis file sleep dengan model jembatan.

Di mana pembanguan jalan itu dilakukan dengan menggunakan pancang atau seperti jembatan. Hal itu dilakukan untuk memudahkan aliran air di bawah jalan itu mudah mengalir. “Modelnya seperti jembatan,”jelasnya.

Seperti yang diketahui longsornya badan jalan sepanjang 30 M, yang sudah dibangun sejak 10 tahun, yang terdapat dilereng gunung itu diakibatkan faktor alam. Diduga tanah itu tidak mampu menahan debit air ketika hujan.

Secara tak langsung air akan mengikis tanah hingga longsor.

Pemda setempat pun terpaksa harus mengalikan kendaraan yang akan melintas ke satu jalur. Di mana kondisi ini sangat membahayakan keselamat pengendara, lantaran rawan kecelakaan. (*)

***

Perbarui informasi terkini, unik, dan menarik melalui medsos.

Join BBM Channel, invite PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved