Selasa, 21 April 2026

Hiburan

Abah Keluarga Cemara Rela Rugi, Honor Rp 200 Ribu padahal Pengeluaran Rp 1 Juta

"Rugi. Saya sebenarnya rugi. Setiap minggu saya dari Depok ke Sukabumi, paling tidak biayanya sampai Rp 1 juta. Tetapi honornya cuma Rp 200 ribu"

TRIBUNKALTIM.CO - Ada kisah menarik di dalam pembuatan sinema elektronik (sinetron) Keluarga Cemara. Proses pembuatan film yang berlangsung bertahun-tahun, di pedesaan Sukabumi, Jawa Barat, menyita keuangan pemeran utama sekaligu tokoh sentral Abah, yakni Adi Kurdi.

Adi Kurdi mengaku dari segi materi rugi mengikuti syuting sinetron yang terkenal pada tahun 1990-an tersebut. Masih adakah kalangan selebritas yang rela seperti Adi Kurdi pada zaman sekarang?

Kisah ini diungkap Adi Kurdi melalui pada acara satu talkshow Hitam Putih yang dipandu Deddy Corbuzier dan Chika Jessica, edisi 10 April 2015.

Serial Keluarga Cemara arahan penulis dan sineas ternama Arswendo Atmowiloto. Awalnya tayang di stasiun televisi RCTI pada tahun 1996 hingga tahun 2002, kemudian dilanjutkan TV7 yang berubah menjadi Trans7 hingga tahun 2005.

Proses pembuatan film ini berlangsung bertahun-tahun. Wajar kekeluargaan terbangun, para pemain menganggap sebagai kelaurga.

BACA JUGA: Nangis. . . Terharu. . . Beginilah Kerinduan Netizen pada Sinetron Keluarga Cemara

Dan setelah selesai proses, bahkan sampai selesai tayang, hubungan kekeluargaan pun terbina dengan baik. Bahkan sampai berkelaurga pun, kin, pemain dan suamipun merasa satu keluarga.

Setelah sineteron tamat dan syuting berakhir, Adi Kurdi pun merasa kesepian. Untuk mengisi waktu, dia menyibukkan diri bepergian keluar kota sampai ke luar negeri.

"Saya pergi ke mana-mana supaya bisa melupakan," kata Adi.

Dan satu lagi, nih, para pemain tidak matre, tidak memburu honor. Simak ungkapan Adi. Adi tinggal di Kota Depok, Jawa Barat, dan syuting di Sukabumi, Jawa Barat. Jarak kedua kota kurang-lebih 80-100 kilometer.

"Rugi. Saya sebenarnya rugi. Setiap minggu saya dari Depok ke Sukabumi, dan kembali lagi ke Sukabumi, paling tidak biayanya sampai Rp 1 juta. Tetapi honornya itu cuma Rp 200 ribu," kata Adi.

"Lho, kok mau?" tanya pemandu acara Deddy Corbuzier dan Chika Jessica secara bersamaan.

BACA JUGA: Sinetron Anak Jalanan Memicu Kontroversi, Netizen Perang Hashtag di Twitter

Adi Kurdi menjawab, "Habis, ceritanya bagus. Dan saya menganggap penting bahwh cerita ini harus dilihat oleh pemirsa, karena ini adalah orientasi yang baik tentang hidup. Bagaimana keluarga yang membangun kasih dalam hubungan antaranggota keluarga. Antara bapak dengan ibu, ibu dengan anak, dan anak dengan bapak, dan semuanya. jadi ada proses kreasi dan proses menuju apa yang disebut hidup bahagia."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved