Milisi Abu Sayyaf
Keluarga Sandera Segera Bergabung dengan Crisis Center
"Kami terus lakukan pembicaraan mengenai permintaan keberangkatan ke Jakarta oleh pihak keluarga".
Penulis: Christoper Desmawangga |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Christoper D
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - PT PP Rusianto Bersaudara terus memantau perkembangan dari crisis center yang terdapat di Jakarta, termasuk dengan selalu memberikan informasi kepada keluarga sandera, jika ada kabar terbaru dari pusat.
Bahkan, pihak perusahaan juga menyebut selalu memberikan informasi kepada crisis center, jika ada perkembangan dari keluarga korban, yang dalam beberapa hari ini selalu dihubungi oleh pihak penyandera.
"Kami selalu berikan informasi kepada keluarga sandera jika ada perkembangan, termasuk dengan menyampaikan informasi ke crisis center yang kerap datang dari pihak keluarga," ungkapnya, Sabtu (30/7/2016).
Lanjut dia menjelaskan, terkait dengan tebusan yang diminta oleh penyandera, pihaknya hanya bisa menunggu keputusan dari pemerintah pusat, karena saat ini seluruh keputusan diambil oleh pemerintah pusat.
(Baca juga: Minim Laka Sungai, Dishub Tetap Lakukan Pengawasan Ketat)
"Pemerintah pusat yang ambil keputusan, bukan kami. Jadi kami menunggu saja, dan tentu saja hal ini menjadi pembicaraan oleh semua pihak," tuturnya.
Selain itu, terkait dengan permintaan keluarga sandera yang ingin berangkat ke Jakarta guna dapat bergabung dengan crisis center, pihak perusahaan sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.
Direncanakan pada Selasa (2/8/2016) mendatang pihak keluarga akan diberangkatkan menuju Jakarta.
"Kami terus lakukan pembicaraan mengenai permintaan keberangkatan ke Jakarta oleh pihak keluarga. Direncanakan hari Selasa mendatang kami akan berangkatkan mereka, tapi bisa saja kembali berubah," tuturnya.
Nantinya, selama berada di Jakarta, pihak keluarga sepenuhnya dalam koordinasi dan pantauan dari perusahaan. Lalu sekitar empat sampai lima orang keluarga sandera yang akan diberangkatkan, dengan lama hari yang belum ditentukan.
"Kalau memang jadi ke Jakarta, semua dalam pantauan perusahaan. Kami perkirakan sekitar lima orang yang akan kami bawa. Untuk berapa lama berada di sana, masih kami lakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait," tutupnya. (*)
***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/menanti-suami_20160730_194944.jpg)