Ibadah Haji
Jelang Keberangkatan, Tim Kesehatan Periksa Menu sebelum Dihidangkan, Calhaj Hindari Makanan Pedas
Makanan juga disajikan tiga kali sehari dengan dua kali selingan snack atau makanan ringan. Susunan menu telah sesuai perjanjian yang telah dibuat
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sajian makanan kepada jemaah calon haji (calhaj) selama berada di Embarkasi Haji Batakan Balikpapan dijaga ketat oleh tim kesehatan.
Bahkan menu harian yang disajikan ditentukan harus sesuai nilai gizi harian yang dibutuhkan para calhaj. Menu makanan juga menghindari makanan pedas, asam, terlalu asin dan yang berisiko bagi kesehatan seperti udang dan tongkol.
Makanan juga disajikan tiga kali sehari dengan dua kali selingan snack atau makanan ringan. Susunan menu telah sesuai perjanjian yang telah dibuat sebelumnya dengan PPIH.
Untuk menjamin, setiap hari katering harus menyediakan dua sampel makanan. Satu sampel untuk uji cita rasa yang dilakukan oleh ahli gizi dan satu sampel lagi disimpan di kulkas atau lemari pendingin selama 1x24 jam.
Demi menjamin menu yang disajikan sehat bagi jamaah, seluruh personel inti penjamah makanan harus sehat jasmani dan rohani dan menaati prosedur SOP dalam mengolah dan menyediakan makanan bagi jemaah calhaj.
BACA JUGA: Beri Motivasi Anak-anak SSB Soccer School, Berikut yang Disampaikan Bima Sakti
Petugas juga harus menjaga kebersihan ruang makan, dapur, dan tempat lain yang digunakan untuk penyajian makanan.
"Makanan tidak boleh asam, dan terlalu asin dari sisi rasa. Menu makanan bervariasi cukup kadar gizinya, " ujar Zahrah Tamrin, Pemilik Katering CV Rezky Ananda Samarindah.
Zahrah mengungkapkan pihaknya menyajikan menu nasional yang telah ia kombinasikan dengan cita rasa berbagai suku di Indonesia sehingga lebih mudah diterima lidah.
Menu tersebut antara lain, soto, sayur asam, bistik ayam, ikan goreng dan aneka menu nasional lainnya.
Semua hasil masakan di dapur akan diperiksa tim kesehatan dari KKP Klas II Balikpapan. Bukan hanya itu, sebelum proses memasak, petugas juga akan memeriksa kebersihan dapur hingga kebersihan saat proses memasak berlangsung.
BACA JUGA: Duh. . . Malu Banget, Atlet Loncat Indah Internasional Ini Gagal Beratraksi
"Kebersihan dapur itu harus kita jaga mulai dapur sampai pekerjanya. Pekerja selalu memakai masker tutup kepala untuk menghindari rambut sampai jangan sampai jatuh tidak boleh Banyak cakap bicara ngobrol kalau lagi bekerja,semua sesuai dengan SOP, " katanya.
Sebagai langkah evaluasi, Ananda juga sering bertanya kepada para jemaah calhaj yang dilayani. Hal tersebut sebagai rasa tanggung jawabnya untuk tetap menjaga kesehatan jamaah dan meningkatkan pelayanan terhadap para jemaah calhaj.
"Saya merasa punya tanggung jawab untuk keamanan makanan jamaah mulai dari masuk karantina hingga sampai tiba di Tanah Suci. Sampai mereka berangkat adalah tanggung jawab pihak catering terlepas dari itu mereka belum sampai di Jeddah dengan aman perasaanya masih punya beban moril. Kami juga sampai berdoa semoga para jamaah sampai di Jeddah dengan selamat, " katanya.
Untuk melayani katering para jemaah calon haji ia menurunkan 20 pekerja, 14 orang di antaranya pekerja inti katering dan 6 lainnya berasal dari Balikpapan.
Pekerja yang ia bawa merupakan tenaga masak yang sudah berpengalaman menyediakan makanan bagi para jemaah calon haji, atlet dan rumah sakit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jemaah-calhaj-embarkasi-balikpapan_20160814_130919.jpg)