Salam Tribun

Antara Owi, Butet, dan Rio

Pria itu terkapar, tak lama setelah Ricky-Rexy memenangkan pertandingan tiga set yang super menegangkan melawan pasangan Malaysia.

PBSI
Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir 

Oleh Kholish Chered

(FB: Kholish Chered)

SUATU subuh di pertengahan tahun 1996, pengumuman dukacita yang tersiar melalui pengeras suara masjid memecah keheningan. Di kawasan perumahan Pondok Karya Agung, Balikpapan, rumah masa kecilku, seorang pria paruh baya tutup usia setelah terkena serangan jantung, dinihari itu.

Kematian memang silih berganti melanda manusia. Namun yang unik dalam peristiwa itu, Fulan bin Fulan terkena serangan jantung saat menyaksikan siaran langsung di televisi ketika pasangan Ricky Subagja dan Rexy Mainaky berhasil memenangkan medali emas bulutangkis di Olimpiade Atlanta.

Pria itu terkapar, tak lama setelah Ricky-Rexy memenangkan pertandingan tiga set yang super menegangkan melawan pasangan Malaysia, Cheah Soon Kit dan Yap Kim Hock. Sempat tertinggal 5-15 di set pertama, pasangan Indonesia bangkit dengan kemenangan 15-13 dan 15-12.

Rabu (17/8/2016) malam waktu Indonesia, lagu Indonesia Raya kembali berkumandang di Olimpiade Rio de Janeiro. Kali ini Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir yang berhasil menyumbangkan medali emas. Tak ada pertarungan yang sengit berdarah-darah yang bikin jantungan. Owi dan Butet, panggilan akrab mereka, menang mudah atas Chan Peng Soon dan Goh Liu Ling asal Malaysia, 21-14 dan 21-12.

Prestasi ini pun langsung mengatrol peringkat Indonesia di Olimpiade Rio. Hingga hari ke 13, Indonesia berada di posisi ke 39 dengan perolehan 1 emas dari bulutangkis dan 2 perak dari angkat besi. Selain merupakan kado HUT ke 71 Kemerdekaan RI, capaian Owi dan Butet juga memperkuat tradisi emas RI di cabang bulutangkis ajang olimpiade.

Minus Olimpiade London 2012, Indonesia telah meraih emas sejak bulutangkis mulai dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992, melalui Alan Budikusuma dan Susi Susanti. Berlanjut Ricky Subagja dan Rexy Mainaky (Atlanta-1996), Chandra Wijaya-Tony Gunawan (Sydney-2000), Taufik Hidayat (Athena-2004), serta Markis Kido-Hendra Setiawan (Beijing-2008).

Selamat untuk Owi dan Butet. Namun tak ada pesta yang tak pernah usai. Euforia kemenangan tetaplah harus dalam batas yang tak berlebihan. Selepas kemenangan ini, deretan tugas besar masih menanti di tanah air, khususnya dalam konteks pembinaan bibit-bibit baru, yang menjadi program regenerasi olahraga berprestasi.

Setidaknya ada empat hal yang perlu dijaga. Pertama, perlunya pembinaan dan pencarian bakat sejak usia dini di seluruh Indonesia secara lebih intensif. Kedua, perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas turnamen di berbagai wilayah, sehingga menjadi ajang pembinaan dan seleksi terbuka.

Termasuk gelaran turnamen yang difasilitasi pemerintah. Mengingat selama ini, support terhadap bulutangkis justru banyak berasal dari sponsorship dan program andalan perusahaan rokok, suatu ironi tersendiri terhadap pembinaan olahraga.

Ketiga, perlunya pengalokasian dukungan untuk pembinaan olahraga secara efektif dan efisien dalam APBD, termasuk dalam situasi keuangan yang defisit. Dan keempat, perlunya sikap pengurus cabang olahraga yang kian amanah dan profesional. Termasuk dalam mengelola dana hibah untuk pembinaan. Dalam hal ini, mengutamakan pembinaan dibandingkan kepentingan pribadi dan kelompok.

Kembali pada Owi dan Butet, pascakemenangan ini, berbagai bonus sudah menanti. Selain masing-masing Rp 5 miliar dari Kemenpora, mereka juga bakal mendapat tunjangan hari tua dan bonus uang dari PB PBSI. Berbagai kalangan menilai, bonus miliaran rupiah merupakan hal yang pantas untuk duta bangsa yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan.

Sementara di sudut yang lain, Rio Haryanto, pebalap muda Indonesia, masih tertunduk galau. Ia baru saja turun kasta dari status pebalap kedua tim F1 Manor Racing menjadi pebalap cadangan. Posisinya diambil alih Esteban Ocon karena Rio tak bisa melunasi utang 7 juta euro dari 15 juta euro yang dipersyaratkan tim. Dukungan besar Pertamina pun tak bisa "menyelamatkannya".

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved