Salam Tribun

Bocah-bocah yang Menangis

Anak-anak tak punya masa depan, keluarga tercerai-berai akibat serangan bom.

AFP
Warga sipil menjadi korban penyerangan ISIS. Sedikitnya 17 orang tewas dalam serangan udara mematikan di sebuah kita di timur Suriah yang dikuasai ISIS. 

DUA bocah laki-laki tampak menangis berpelukan. Wajah dan tubuhnya penuh debu tebal, lemparan puing-puing bangunan yang luluh lantak terkena bom.

Mereka terus menangis sembari histeris. Kaget, kelu, trauma, dan nestapa menjadi satu. Mereka berpelukan, seolah tak mau kehilangan satu sama lain karena mengetahui saudaranya yang lain tewas akibat bom yang menghujani tempat tinggal mereka di Kota Aleppo, Suriah, Selasa (23/8/2016).

Tonton juga: VIDEO -- Isak Tangis Kesedihan Dua Bocah Suriah yang Berhasil Selamat Ini Bikin Trenyuh

Sepekan sebelumnya, Omran Daqneesh, balita berusia 5 tahun mendadak terkenal. Foto-foto dan videonya menjadi viral. Wajahnya penuh debu dan berdarah, ia dievakuasi keluar dari sebuah rumah.

Ia terlihat bengong, belum sadar dengan apa yang terjadi ketika didudukkan di sebuah kursi dalam mobil ambulans.
Omran terluka setelah serangan bom udara yang dijatuhkan pihak pemerintah atau pasukan pesawat milik Rusia menghantam daerah Qaterji markas pasukan pemberontak di Timur Aleppo.

Baca juga: Wajah Omran Dipenuhi Debu dan Berdarah, Beginilah Potret Kekejaman Konflik di Aleppo

Berbarengan dengan Omran, empat anak, dua pria, dan seorang wanita berhasil selamat walau tubuhnya penuh luka pasca ledakan terjadi.


independent -- Omran Daqneesh seorang balita berusia lima tahun nampak menderita akibat konflik yang terjadi di Aleppo, Suriah.

Perang saudara di Suriah yang terjadi sejak 2011 ini memang tak kunjung berakhir. Dalam beberapa hari belakangan, serangan terfokus di Aleppo, kota besar kedua setelah Damaskus, semakin buruk karena lebih banyak menyasar warga sipil.

Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan, satu nyawa melayang dalam setiap 25 menit!

Krisis Suriah tak memperlihatkan tanda-tanda akan segera berakhir. Keadaan di Aleppo semakin memburuk setelah perundingan damai Suriah di Geneva, Swiss, menemui jalan buntu.

Aleppo telah menjadi target serangan koalisi Rusia dan Suriah. Rusia melancarkan serangan udara, sedangkan Suriah melakukan serangan darat.

Baca: Mengerikan, 224 Warga Sipil Tewas di Pekan Pertama Ramadhan

Meski kedua negara itu mengklaim serangan mereka menarget kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), basis-basis oposisi moderat yang didukung koalisi AS justru telah menjadi korban.

Tidak terkecuali rumah sakit yang dikelola oleh lembaga amal medis, Dokter Tanpa Batas (MSF).

Rasanya tak cukup hanya tangis dan prihatin melihat kondisi seperti itu. Anak-anak tak punya masa depan, keluarga tercerai-berai akibat serangan bom.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved