Tampilkan Exotica Kutai Timur, Aksi Tim Kesenian LPKD Memukau
Terlebih peserta yang terlibat berasal dari beberapa benua yang berbeda.
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Misi melestarikan budaya tradisional kembali ditunjukkan Lembaga Pembinaan Kesenian Daerah (LPKD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Kali ini tim kesenian LPKD Kutim dibawah pimpinan romobongan Halidin Katung membawa sebanyak 70 orang penari, pemusik, serta pendamping yang mengatur kostum, sound system, pelatih, serta penata rias untuk turut serta menyemarakkan Pesta Budaya Erau 2016 di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Keikutsertaan pada event (Erau) ini untuk memenuhi undangan sekaligus menjalankan misi pelestarian budaya dari Kabupaten Kutai Timur,” kata Pimpinan Rombongan Kutim, Halidin Katung.
Dia menyebut, penari dan pemusik didatangkan langsung dari Sanggar Tari "Tengiang Madeng" asal Desa Miau Baru, Kecamatan Kombeng, pimpinan Kajan Lahang. Berikutnya dari Sanggar Tari "Bungan Noran" Kecamatan Telen pimpinan Naq Alang. Sebagian dari Dayak Kayan dan lainnya dari Dayak Kenyah.
Sesuai undangan yang diterima, sambung Halidin, hari Minggu (21/8/2016) tim kesenian mengikuti kegiatan parade artis di panggung kehormatan di Stadion Rondong Demang Tenggarong. Dihadiri Gubernur Kaltim, Bupati Kukar, serta undangan lainnya.
(Baca juga: Lingkungan Hijau dan Sehat, Warga Tuai Manfaat)
Kegiatan ini juga diramaikan parade dari 9 tim kesenian luar negeri seperti Amerika Serikat, Rusia, Bulgaria, dan lain-lain. Dan yang utama, tim kesenian dari Indonesia yang didalamnya termasuk tim kesenian Kabupaten Kutim.
Selanjutnya Minggu malam, Kutim menampilkan Tari "Pejoh Kenap" atau “Hati Yang Tulus”, di panggung utama depan lokasi Expo Erau yang berlokasi di Stadion Aji Imbut Tenggarong Seberang. Malam kedua (22/8/2016), tim kembali tampil di panggung eks Lapangan Basket pinggir sungai dengan menyuguhkan “Exotica Kutai Timur”.
“Alhamdulillaah dalam setiap penampilannya, tim kesenian Kabupaten Kutai Timur mendapat perhatian yang baik dan aplaus yang meriah dari penonton dan hadirin,” kata Halid, sapaan akrab Halidin Katung didampingi Sekretaris Tim Kesenian Kutim Heldy Frianda.
Selama kegiatan di Tenggarong tim kesenian menginap di pemondokan di Jalan Gunung Meratus. Halid berharap, melalui kegiatan bertaraf internasional seperti pesta budaya Erau di Tenggarong ini, kebudayaan Kutim juga dapat lebih dikenal oleh masyarakat mancanegara. Terlebih peserta yang terlibat berasal dari beberapa benua yang berbeda. (*hms3/adv)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/tarian-lokal_20160830_213616.jpg)