Senin, 13 April 2026

Kuliner

Bingung Cari Makan Siang? Coba Dulu Gado-gado Goreng Nan Lezat Ini

Ada sensasi tersendiri menikmati Gado Gado Bu Hadi ini, selain dengan menggunakan bahan baku sayuran yang segar,

Istimewa
Gado-gado Bu Hadi 

TRIBUNKALTIM.CO - Siapa yang mengira bahwa warung gado gado yang satu ini sudah berjalan turun temurun hingga tiga generasi.
Berpusat di Pasar Beringharjo lantai dua, warung ini dirintis sejak tahun 1960 oleh Mbah Rejo Pawiro. 

Sejak 2013, Gado Gado Bu Hadi mengalami perubahan, termasuk juga dengan kemasan yang lebih modern dan kekinian.

Ada sensasi tersendiri menikmati Gado Gado Bu Hadi ini, selain dengan menggunakan bahan baku sayuran yang segar, para penikmat juga bisa merasakan hangatnya ‘Gareng’ gado gado dengan sayuran yang digoreng terlebih dahulu.

baca juga : Harga Selangit Kue Lapis Legit, Ini Alasannya

Ada beberapa jenis sayuran yang tidak ditemui pada gado gado biasa, contohnya brokoli dan wortel. Gado-Gado Goreng ini juga semakin diminati, karena biasanya menu yang satu ini seringkali hanya bisa didapatkan pada waktu siang hari. Namun hangat dan segarnya Gado Gado Goreng bisa dinikmati di malam hari.

Gado Gado bukan menjadi menu satu-satunya Bu Hadi, selain itu penikmat kuliner juga bisa mencoba lotek, kupat tahu, ketoprak, dan es kopyor sebagai menu sampingan, yang juga banyak diminati pelanggannya.

Selain bertempat di Pasar Beringharjo, Gado Gado Bu Hadi juga buka cabang Jalan Raya Tajem no 2 Maguwoharjo, Sleman.

Ibeng Miraza yang kini merupakan generasi ke empat bercerita bahwa generasi pertama Mbah Rejo Pawiro menurunkan usahanya kepada Sutiyah Hadi Prayitno, sejak itulah mulai dikenal dengan nama Gado Gado Bu Hadi.

Sejak meninggalnya Sutiyah Hadi Prayitno pada tahun 1983, keluarga besar memberikan amanatnya kepada generasi ke empat yaitu Sri Winarti yang kerap disapa Wiwik untuk meneruskan usaha Gado-Gado hingga saat ini.

baca juga : Sensasi Makan Kepiting Tanpa Piring Bayarnya Mulai Rp 20 Ribu

Menurut Ibeng, Gado Gado Bu Hadi hadir di FKY 28 seperti stand kuliner lainnya yang mengikuti proses seleksi. Selama berjalannya Festival ini, setiap harinya minimal 100 porsi ludes, sedangkan di akhir pekan bisa lebih dua kali lipat.

“FKY adalah event seni tahunan yang keren, merakyat dan dari tahun ke tahun pasti acaranya meriah serta ramai pengunjung. Makanya kami mengambil peluang itu dan bergabung. Selain untuk berpromosi, mengumpulkan pundi pundi, juga bisa silaturahmi dengan banyak tenant serta kawan kawan yang datang,” jelas pria yang juga dikenal sebagai MC ini.

Kini konsep penjualan Gado Gado Bu Hadi semakin lebih luwes hingga menjangkau pelanggan di berbagai tempat. Warung ini memanfaatkan sistem delivery service, baik secara manual, maupun menjalin kerjasama dengan aplikasi Go Food. (*)

***

Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM

Perbarui informasi terkini, klik  www.TribunKaltim.co

Dan bergabunglah dengan medsos:

Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co,  follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved