Selasa, 14 April 2026

Berita Video

VIDEO – Inilah Alunan Suara Alat Musik Sape Mengiringi Tarian Dayak

Para penarinya pun tak perlu bergerak kaku, karena Abel sendiri yang mengajari menari sekaligus mengiringi dengan alat musik Sape’.

Editor: Martinus Wikan

Laporan Wartawan Tribun Kaltim, Alfiansyah

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tarian daerah adalah tarian yang setiap gerakannya mempunyai makna dan semiotik.

Namun, di era tahun 2000-an di mana era industrialisasi semakin bergerak maju, maka tari daerah mengalami sedikit perubahan yang sering kita dengar dengan tarian kontemporer, yaitu tarian lampau pada masa kini (modern)  yang disuguhkan dengan komposisi yang tidak merubah bentuk aslinya.

Abel Anyeq lahir di Long Isun, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur, 3 April 1958. Selain seorang pemain Sape’ pemain sekaligus pengrajin alat musik tradisonal Dayak, Sape’.

Selama ini ia dibantu dengan seorang putrinya, Oktaviana di rumah kediamannya di Jl. Cendrawasih, Kelurahan Klandasan Ulu, Kecamatan Balikpapan Kota,

Ia telah telah mendirikan sebuah Sanggar Seni Tari Sandriana untuk melatih anak-anak menari tarian Dayak.

Simak juga berita lainnya:

Detik-detik Ular Kobra Muntah-muntah Karena Ini

Duh! Berikan Pijat Gratis Ala Tradisional Cina, Pria ini Justru Terlihat Seperti Tukang Cabul

VIDEO – Persiapan Tim Panjat Tebing Kaltim di PON 2016 Jawa Barat

“Sekarang ini memang benar bahwa hampir semua yang dibawakan di panggung itu adalah tarian kontemporer. Namun, ketika kami latihan atau nampil, kami tidak akan merubah bentuk aslinya. Seperti ada gerakannya yang dirubah, namun, kami tak merubah bentuk aslinya,” tuturAbel Anyeq, yang juga bekerja sebagai guru di SDN 015 Balikppan Kota.

Siapapun yang ingin belajar tarian Dayak, akan diajari oleh Abel Anyeq. Para penarinya pun tak perlu bergerak kaku, karena Abel sendiri yang mengajari menari sekaligus mengiringi dengan alat musik Sape’.

“Siapa saja yang ingin belajar, bisa datang. Ya, yang penting anak-anak dapat menikmati tarian Dayak.  Siapa pun bisa belajar, karena ini adalah warisan budaya dari nenek moyang yang tidak ternilai harganya,” kata pria tersebut.

**   Klik Juga Ikonnya

tribun fb

tribun twiter

Youtube tribun

BBM Chanel

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved