Milisi Abu Sayyaf
Duterte Minta Ahli Pertahanan Negara Belanja Peralatan Militer di Rusia dan Tiongkok
Dalam memerangi Abu Sayyaf, Presiden telah memerintahkan angkatan militer untuk menghancurkan kelompok teroris ini di Mindanao.
TRIBUNKALTIM.CO, MANILA - Aksi terorisme yang terjadi di Mindanao ditakutkan dapat berubah menjadi perang sipil di Filipina, ungkap Presiden Rodrigo Duterte pada pernyataannya.
Duterte mengatakan, pasukan tentara angkatan darat, angkatan laut, dan angkatan udara harus bersiap-siap dan antisipasi terhadap perubahan paradigma, di mana perang melawan teroris di Mindanao tidak akan lagi perang tatap muka.
"Ini seperti di dalam film James Bond, tidak lagi memperlihatkan banyak kekuatan, tetapi lebih fokus pada deteksi," kata Duterte dikutip dari laman abs-cbn, Rabu (14/9/2016).
Sejalan dengan perang di baris depan, Presiden mengutip keuntungan yang diperbaharui dari pembicaraan damai dengan kedua kubu yakni Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan Partai Komunis Filipina-Tentara Rakyat Baru (CPP-NPA).
Baca: Sambangi Indonesia, Duterte Bersumpah akan Tangani Perompak Filipina
"Jangan cemas mengenai fakta bahwa kita sedang berbicara dengan sayap kiri. Kami telah setuju untuk berbicara, dan Anda bisa fokus di Mindanao sekarang," ujarnya.
Menurut Duterte, meskipun MILF telah memainkan peran besar dalam penangkapan beberapa tersangka teroris.
Tetap saja kelompok pemberontak dan terorisme masih dianggap sebagai ancaman karena faksi Moro (MNLF) menolak untuk berbicara dengan pemerintah.
Dalam memerangi Abu Sayyaf, Presiden telah memerintahkan angkatan militer untuk menghancurkan kelompok teroris ini di Mindanao.
Api kemarahan Duterte kian menyala terutama setelah terjadinya ledakan di kota kelahirannya Davao awal bulan ini.
Sebagai upaya untuk mengalahkan Abu Sayyaf, Duterte masih melengkapi dan melakukan pengadaan alat-alat persenjataan lengkap bagi militer Filipina.
Baca: Saking Geramnya, Duterte akan Mencincang dan Memakan Tubuh Kelompok Abu Sayyaf jika Tertangkap
Guna memastikan pasukan pemerintah akan memiliki segala jenis peralatan yang mereka butuhkan untuk mengalahkan musuh.
"Saya tidak butuh pesawat jet dan F-16. itu tidak ada gunanya bagi kami. Kami tidak bermaksud sedang melawan negara lain menggunakan itu," ungkap Duterte
Presiden lebih fokus dan meminta Menteri Pertahanan Filipina, Delfin Lorenzana dan ahli teknis lainnya untuk pergi ke Rusia dan Tiongkok untuk melihat peralatan militer terbaik yang harus dibeli untuk keperluan militer. (*)
*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/ledakan-di-davao_20160903_100652.jpg)