Milisi Abu Sayyaf
Abu Sayyaf Ingin Mendirikan Khalifah di Asia Tenggara
Duterte menyebut ASG menyerupai dengan kelompok ekstrimis di Timur Tengah yang kerap kali melakukan serangan bom.
TRIBUNKALTIM.CO - Dalam sebuah pertemuan Presiden Rodrigo Duterte menyatakan bahwa Kelompok Abu Sayyaf (ASG) sedang berjuang untuk mendirikan sebuah 'Khalifah' di Asia Tenggara.
Maka dari itu pihak pemerintah Filipina mengerahkan operasi militer terbaik untuk menghentikan taktik berkembang yang digunakan kelompok ekstrimis ini.
Menurut Duterte nama kelompo ekstrimis Abu Sayyaf memiliki komponen urban.
Duterte menyebut ASG menyerupai dengan kelompok ekstrimis di Timur Tengah yang kerap kali melakukan serangan bom.
"Abu Sayyaf tidak lagi menginginkan kemerdekaan di Mindanao. Mereka tidak lagi ingin memburu otonomi. Saat ini mereka berjuang untuk mendirikan kekhalifahan di Asia Tenggara," kata Duterte dalam pidatonya di sebuah pangkalan Angkatan Darat di Provinsi Isabela, dikutip melalui laman abs-cbn, Minggu (18/9/16).
baca juga : Satu Tahun Disandera Warga Norwegia Akhirnya Dibebaskan Abu Sayyaf
Selain itu Duterte mengatakan pihak pemerintah Filipina tidak akan bernegosiasi dengan Abu Sayyaf.
Tidak seperti Front Pembebasan Islam Moro (MILF) dan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) yang masih bernegosiasi dengan ASG.
"Ini merupakan sebuah pemburuan. Anda harus sigap antara telinga dan mata. Anda harus berlatih lebih kuat lagi, Anda harus menemukan kembali jati diri seorang tentara berseragam untuk terlibat dalam operasi intelijen," katanya.
Presiden tidak menyebutkan ancaman spesifik yang akan diluncurkan oleh kubu Abu Sayyaf.
"Terorisme yang akan terjadi sama seperti di Timur Tengah mungkin akan ada aksi terorisme di perkotaan, dan ledakan akan terjadi setiap hari," ujarnya.
Sementara Duterte menyatakan keadaan darurat nasional, pasukan keamanan belum mengonfirmasi keterlibatan kelompok yang akan terlibat dalam serangan tersebut.
Sebagai langkah memerangi Abu Sayyaf terdapat seseorang yang tidak ingin disebutkan identitasnya telah memberikan donasi sebesar 1 miliar peso Filipina untuk pembangunan rumah sakit militer.
Pria tersebut ingin memprioritaskan fasilitas yang ada di pulau Jolo, dimana pasukan pemerintah sedang diturunkan melakukan serangan untuk mengejar Abu Sayyaf. (*)
*****
Baca berita unik, menarik, eksklusif dan lengkap di Harian Pagi TRIBUN KALTIM
Perbarui informasi terkini, klik www.TribunKaltim.co
Dan bergabunglah dengan medsos:
Join BBM Channel - PIN BBM C003408F9, Like fan page Facebook TribunKaltim.co, follow Twitter @tribunkaltim serta tonton video streaming Youtube TribunKaltim
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kelompok-bersenjata-abu-sayyaf_20160827_171157.jpg)