Waduh, Warga Rela Rogoh Kocek Rp 90 Juta Demi Muluskan Langkah Jadi TNI
Uang itu disetor demi memuluskan salah seorang calon bintara (caba) dalam proses seleksi.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani |
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Muhammad Fachri Ramadhani
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Terendusnya aksi suap menyuap oknum TNI dalam proses rekrutmen anggota TNI 2016, sangat disesalkan Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Johny L Tobing.
Saat ditemui Tribun di Makodam VI Mulawarman, Minggu (25/9/2016), Johny mengungkapkan oknum TNI yang diketahui merupakan bintara di salah satu Kabupaten di Kaltim tersebut menerima uang Rp 90 juta.
Uang itu disetor demi memuluskan salah seorang calon bintara (caba) dalam proses seleksi.
(Video: Inilah Cuplikan Video Kanjeng Dimas Taat Pribadi Menggandakan Uang )
"Kita tindak tegas oknum itu. Hal itu juga berlaku bagi caba, jika ada yang ketahuan melakukan upaya suap. Akan kami coret langsung," ujar Johny.
Kendati telah menerima uang, oknum TNI tersebut tak berhasil meloloskan calon siswa yang telah rela merogoh kocek ke tahap selanjutnya. Tak terima dengan kegagalan itu, orang tua tersebut melapor.
(Baca juga: Ada Oknum TNI Terima Suap pada Proses Rekrutmen Calon Bintara, Ini Tindakan Pangdam)
"Proses ini (rekrutmen) melalui pemeriksaan berlapis mulai dari tingkat daerah hingga Kodam yang dipantau oleh Mabesat TNI," katanya.
"Saya tidak mau menutupi, kalau anggota saya nakal, tegas ada hukumannya. Lebih bagus kita kehilangan 1 anggota, daripada dianggap semua tentara nakal," tambah Johny. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/cek-caba_20160925_192351.jpg)