Selasa, 21 April 2026

Demo Kaltim 21 April

Langit Samarinda Diawasi Drone, 2.263 Personel Siaga Jelang Aksi 21 April

Sebanyak 2.263 personel disiagakan untuk mengawal jalannya aksi 21 April 2026 di Samarinda agar tetap aman dan tertib.

|
Penulis: Tribun Kaltim | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO/Tribun Kaltim
DEMO 21 APRIL - Cover harian Tribun Kaltim edisi Selasa, 21 April 2026 yang mengangkat berita utama tentang rencana aksi demo Kaltim 21 April. Sebanyak 2.263 personel disiagakan untuk mengawal jalannya aksi agar tetap aman dan tertib. Ribuan personel yang diterjunkan terdiri dari 1.599 anggota Polri, 70 prajurit TNI, serta 594  personel gabungan dari instansi terkait seperti Dishub, Damkar, dan Satpol PP. 

Ringkasan Berita:
  • Aparat gabungan menyiapkan 2.263 personel dengan fokus pengamanan di DPRD dan Kantor Gubernur Kaltim.
  • Massa aksi menilai pemasangan kawat berduri berlebihan, namun berkomitmen menjaga aksi tetap damai.
  • Pemerintah daerah memastikan aktivitas pemerintahan tetap berjalan normal meski aksi berlangsung.

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Menjelang aksi unjuk rasa besar bertajuk Aksi 214 yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Selasa, 21 April 2026, aparat gabungan menggelar apel kesiapan di Lapangan GOR Segiri, Samarinda, Senin (20/4) sore.

Sebanyak 2.263 personel disiagakan untuk mengawal jalannya aksi agar tetap aman dan tertib.

Apel yang dimulai pukul 16.00 WITA itu dipimpin Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro bersama Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono.

Ribuan personel yang diterjunkan terdiri dari 1.599 anggota Polri, 70 prajurit TNI, serta 594  personel gabungan dari instansi terkait seperti Dishub, Damkar, dan Satpol PP.

Baca juga: Demo 21 April di Samarinda, Mahasiswa Tuntut DPRD Kaltim Gulirkan Hak Angket dan Interpelasi

Kapolda Kaltim menegaskan, pengamanan akan difokuskan pada dua titik utama, yakni Gedung  DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim.

“Kami memastikan pengamanan dilakukan secara humanis. Jumlah personel yang dikerahkan  sudah proporsional dengan estimasi massa. Tidak berlebihan, tetapi tetap waspada,” ujarnya.

Ia juga menanggapi pemasangan kawat berduri di sejumlah titik strategis.

Menurutnya, langkah  tersebut murni sebagai antisipasi untuk mencegah potensi gangguan keamanan, bukan untuk  membatasi kebebasan berpendapat.

Terkait penggunaan gas air mata, Kapolda menegaskan hal itu merupakan opsi terakhir sesuai  eskalasi di lapangan.

“Kalau diperlukan akan digunakan, tapi jika tidak, tentu tidak akan kami pakai,” tegasnya. 

Sementara itu, Satuan Brimob Polda Kaltim turut memperkuat pengamanan dengan  menerjunkan enam SSK PHH, dua tim escape, serta satu SST tim drone dan anti-drone, lengkap dengan dukungan kendaraan taktis.

Sebanyak tiga SSK pasukan Brimob bahkan telah lebih dulu diberangkatkan dari Balikpapan ke
Samarinda untuk mengamankan titik-titik vital.

Baca juga: Persiapan Demo 21 April di Samarinda, Kawat Berduri Melingkari Gedung DPRD Kaltim, Polisi Bersiaga 

Komandan Satuan Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol Andy Rifai, menekankan pentingnya profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.

“Kami hadir untuk menjamin hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi agar berjalan aman dan tertib. Personel diminta tetap humanis namun tegas sesuai SOP,” ujarnya.

Pengamanan juga diperkuat dengan teknologi, termasuk penggunaan sistem anti-drone untuk memastikan ruang udara tetap steril dari potensi gangguan.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved