Salam Tribun
Mimpi Dewi Binjai
Digali dari kekayaan negeri ini, canting dengan teliti menggoreskan motif berbagai variasi penuh harmoni.
PEREKONOMIAN dunia memang tengah terpuruk. Indonesia tentu saja terkena imbas. Dalam lingkup lebih kecil lagi, Provinsi Kaltim pun masuk dalam deretan daerah yang paling parah kondisi perekonomiannya.
Hanya ditopang migas dan batu bara, begitu dua sektor tersebut kolaps, maka hancurlah perekonomian di Kaltim dan Kaltara.
Beberapa sektor kini mulai diperhatikan pemerintah.
Tak melulu industri batu bara yang sebelumnya menjadi primadona ekspor. Ekonomi kerakyatan dan kreatif mulai digalakkan. Pasalnya, ekonomi seperti inilah yang justru bertahan di tengah krisis, hal itu terbukti saat krisis moneter pada 1998 lalu.
Kendati agak terlambat, Kaltim kini mulai menggali sentra-sentra ekonomi yang tak lagi bersumber pada batu bara dan migas, namun hal ini patut diapresiasi.
Satu di antaranya keberadaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) perajin batik. Ya batik merupakan seni kerajinan yang terkenal di Indonesia.

Baca: Cuitan Jokowi Ucapan Selamat Tahun Baru Islam dan Hari Batik Nasional Ramai-ramai Di-retweet
Batik adalah kain bergambar yang pembuatannya secara khusus dengan menuliskan atau menerakan malam pada kain itu, kemudian pengolahannya diproses dengan cara tertentu yang memiliki kekhasan.
Batik Indonesia, sebagai keseluruhan teknik, teknologi, serta pengembangan motif dan budaya yang terkait, oleh UNESCO telah ditetapkan sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) sejak 2 Oktober 2009.
Di beberapa penjuru Indonesia, bahkan sentra-sentra batik kini menjadi objek wisata yang bisa dijual. Tak hanya wisatawan domestik, turis asing pun mengagumi tempat kerajinan batik.
Baca: Ini Lima Tempat Wisata Batik yang Wajib Didatangi
Tak sekadar berkunjung, mereka juga belajar membuat batik. Beberapa daerah di Indonesia yang masuk menjadi objek wisata batik yaitu Cigadug, Bandung; Solo; Ngasem, Yogyakarta; Palbatu, Jakarta; dan Surabaya.
Bagaimana dengan Kaltim?
Baru-baru ini Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Balikpapan bekerjasama dengan An Neira Batik menggelar pelatihan membatik di Desa Wisata Gunung Binjai, Teritip, Balikpapan Timur, Kamis (29/9/2016).
Pelatihan ini diharapkan dapat memberi kemampuan kepada para ibu-ibu PKK di sekitar kawasan Desa Wisata Gunung Binjai atau yang dikenal dengan nama Dewi Binjai memiliki jiwa kreatif dan semangat berwirausaha.
Mimpinya tentu saja menciptakan kampung batik pertama di Balikpapan. Diharapkan, Dewi Binjai juga bisa menawarkan agrowisata, budaya, dan edukasi yang tak hanya dikenal oleh masyarakat Kaltim tapi juga bisa merambah taraf nasional bahkan mancanegara.
Kendati terbilang baru, seni membatik di Kaltim mulai memiliki keberagaman motif. Di Balikpapan sendiri ada 10 motif khas yang terinspirasi dari lingkungan sekitar yakni Aneka Pakis, Capiting, Akar Bakau, Aneka Mangrove, Berlayar Menuju Keemasan, Tirta Maya, Kilang Bermadu, Sepinggan, Api Nan Tak Kunjung Padam, dan Jejeran Buah Mangove.

Dengan modal tersebut, tak mustahil mimpi Dewi Binjai untuk menjadi kampung batik pertama di Balikpapan bahkan Kaltim bisa terwujud. Asal konsisten dan terus berinovasi.
Baca: Angkat Budaya Lokal, Berharap Batik Kaltim Bisa Go International
Digali dari kekayaan negeri ini, canting dengan teliti menggoreskan motif berbagai variasi penuh harmoni. Inilah yang menghangatkan hati, mendorong dedikasi, menciptakan inovasi dan menggugah inspirasi terus berkarya lebih tinggi.
Selamat hari batik nasional. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/fashion-show-batik3_20161003_151313.jpg)