Buen Festival
Demi Meriahkan Buen Festival, Seniman Asing Rela Tidak Dibayar
Buen Festival yang kali pertama digelar di Penajam Paser Utara ini akan dihadiri artis dan seniman dari dalam dan luar negeri.
Penulis: Samir |
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Perhelatan Buen Festival 2016 di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, 7-9 Oktober punya tujuan mengangkat kembali budaya kegotongroyongan di masyarakat.
Hal ini dibuktikan dengan ratusan stan yang dibangun tanpa bantuan anggaran pemerintah maupun anggaran desa.
Semua stan dibangun merupakan partisipasi masyarakat menggunakan halaman rumah maupun pinggir jalan. Pembangunan stan berjejer mulai pintu masuk Desa Bangun Mulya sepanjang ratusan meter sampai RT 04.
Ratusan stan terbuat dari pohon bambu dengan dinding daun kelapa dan atap ilalang.
Bukan hanya itu, warga juga menyumbang sayur, lauk hingga beras untuk dapur umum yang didirikan di Kantor Desa Bangun Mulya. Dapur ini hanya untuk para tamu termasuk artis dan seniman yang akan hadir.
Tonton: VIDEO – Festival Besar di Kabupaten Ini Semua Biaya dari Gotong Royong Warga
Buen Festival yang kali pertama digelar di Penajam Paser Utara ini akan dihadiri artis dan seniman dari dalam dan luar negeri.
Menariknya, untuk menghadirkan artis sekelas penyanyi senior Trie Utami, pemkab tidak mengeluarkan uang sepeserpun termasuk untuk penginapan dan tiket pesawat.
Menurut Sekretaris Panitia Buen Festival, Yuni Nurhayati Aka, Trie Utami yang baru datang Sabtu (8/10/2016) besok datang tanpa dibayar. Trie Utama akan menjadi pembicara dalam sarasehan Spirit Buen dalam Seni dan Budaya.
Selain Trie Utami, seniman sekelas Redy Eko Prastyo yang juga Presiden Jaringan Kampung Nusantara dan Bakhtiar Djanan, Agus Wayang, Dosen Universitas Islam Malang (UIM) juga hadir tanpa menerima bayaran, termasuk biaya tiket dan penginapan.
"Jadi mereka datang tanpa kami keluarkan biaya. Tiket pesawat PP jadi tanggung mereka masing-masing. Itu kan kami sangat bersyukur karena banyak seniman terkenal yang akan datang tanpa kami bayar," ucapnya.
Dua seniman luar negeri, yakni Junicho Usui asal Jepang dan Rodrigo Parejo asal Spanyol juga datang di Buen Festival ini dengan sukarela alias tanpa bayaran. Panitia pun tidak menyediakan penginapan bagi mereka sehingga dipersilakan tidur di rumah masyarakat.
Baca: Buen Festival untuk Menghidupkan Budaya Kegotong Royongan
Yuni menuturkan, awalnya Jaringan Kampung (Japung) Nusantara menujuk Waru menjadi tuan rumah dalam kegiatan ini, namun karena tidak siap, ditunjuk Desa Bangun Mulya. Kegiatan Buen Festival ini baru kali pertama digelar di PPU.
Setelah ditunjuk menjadi tuan rumah langsung melakukan persiapan, termasuk meminta kesepakatan dari masyarakat mendukung kegiatan ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/festival-buen_1_20161007_151115.jpg)