properti
Sektor Informal Dianaktirikan pemerintah Untuk Memperoleh Bantuan Subsidi Perumahan
Padahal pekerja informal jumlahnya saat ini cukup banyak dan harusnya berhak menikmati program subsidi dari pemerintah
Laporan Wartawan Tribunkaltim.co Rudy Firmanto
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - Pekerja di sektor Informal masih merasa dianaktirikan oleh pemerintah dalam memperoleh bantuan subsidi untuk perumahan.
Hal ini mendorong para pengembang yang selama ini bergelut dengan usaha rumah murah atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) meminta pemerintah turun tangan mengatasi hal tersebut.
Salah satu pengembang perumahan murah (MBR) Susilo Nurdiyanto mengatakan perbankan saat ini hanya memberi kesempatan para pekerja formal untuk dapat fasilitas subsidi perumahan.
Padahal pekerja informal jumlahnya saat ini cukup banyak dan harusnya berhak menikmati program subsidi dari pemerintah.
Baca: Pemilik Rumah Sewa Beri Diskon Besar Biar Cepat Laku
"Pemerintah harusnya dari sekarang mempertimbangkan mencari jalan tengah agar masyarakat yang bekerja di sektor informal juga bisa dapat menikmati subsidi rumah," katanya saat ditemui, Selasa (25/10/2016) siang.
Sulitnya dapat dana dari perbankan, pemerintah disarankan mencari sektor sumber keuangan lainnya yang masih bisa memungkinkan hal ini berjalan.
"Memang payung hukumnya belum ada, untuk itu kita minta untuk segera didiskusikan oleh pemerintah selaku regulator," ungkapnya.
Baca: Konsumen Rumah Murah Sudah Ribuan tapi yang Tergarap Baru Ratusan Unit
Situasi ekonomi secara global yang sedang lemah ternyata menurut para pengembang perumahan minat beli dari konsumen sektor informal masih cukup tinggi khususnya pelaku usaha kecil menengah (UKM) hanya saja masih terhambat dari sisi regulasi untuk dapat bantuan pembiayaan.
** Klik Juga Ikonnya

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/rumah-subsidi_20161025_150259.jpg)