Berita Video
VIDEO – Miris, Balita Ini Dibanting Ibunya Saat Umur Satu Bulan Dan Sekarang Mengalami Gizi Buruk
Nasib Affandi kecil ini tidak hanya sampai disitu, ia dibawa oleh pihak puskesmas Manggar untuk dirawat di RSUD Balikpapan, namun Affandi kecil tidak
Laporan Wartawan TribunKaltim Muhammad Alidona (ald)
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Menyaksikan sendiri penderitaan yang dialami Muhammad Yusuf Affandi, bayi berumur enam bulan yang mengalami gizi buruk di Kota Balikpapan tentunya sangat miris.
Bayi kecil ini tidak lagi dirawat oleh orang tuanya, ia hanya di rawat oleh sang nenek bernama Puji Harti Endang Lestari (60), warga Kelurahan Manggar RT 01.
Saat ini affandi kecil berada di rumah sakit daerah Balikpapan di Jalan Mejen Soetoyo (Gunung Malang) dan terbaring lemad di ruang Bengkirai – 16.
Kisah tragis yang dialami Affandi memang membuat siapa saja merasa prihatin. Saat usianya menginjak 1 bulan, ia telah mengalami kekerasan yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri. Ibu kandungnya yang diduga mengalami gangguan jiwa tersebut membanting tubuh mungilnya sebanyak 3 kali.
Affandi kecil ini lahir di kota Banjarmasin, namun karena kelakukan sang ibu, Affandi di bawa ke Kota Balikpapan oleh neneknya berserta Ayahnya bernama Muhammad Suwandi (26).
“Sekarang, Affandi saya yang merawat, karena ibunya mengalami gangguan jiwa, waktu usia 1 bulan anak ini dibanting 3 kali sama ibu kandungnya di depan mata saya, saya langsung bawa Affandi ke Balikpapan, sedang ayahnya hanya bekerja sebagai buruh bangunan di Balikpapan,” kata nenek Affandi, Puji Harti Endang Lestari (60)
Nasib Affandi kecil ini tidak hanya sampai disitu, ia dibawa oleh pihak puskesmas Manggar untuk dirawat di RSUD Balikpapan, namun Affandi kecil tidak memiliki BPJS.
Baca: DKK: Ibunda Affandi Harus Dirujuk ke Psikiater
Ia hanya berharap dari belas kasihan warga untuk dapat meringankan beban keluaraga Nenek Puji Harti.
Salah satu komunitas yang membantu meringankan beban dari Affandi Kecil yakni komunitas BaTMen (Balikpapan Tolong Menolong).
Menyaksikan sendiri penderitaan yang dialami, Muhammad Yusuf Affandi (6 bulan), Koordinator BaTMen, Ayu Wulandari mengaku miris dan prihatin. Bahkan saking tidak teganya saat melihat kondisi Affandi, Ayu sempat meneteskan air matanya.
Ia mengungkapkan kepedulian terhadap Affandi ini merupakan salah satu fungsi dari BaTMen untuk mencover masyarakat yang tidak masuk dalam perlindungan BPJS dan tidak memiliki administrasi kependudukan.