Salam Tribun

Aksi Berjilid

Rasa tak puas itulah yang membuat beberapa pihak harus melakukan aksi demonstrasi lagi. Jilid II dan Jilid III pada 25 November dan 2 Desember 2016.

Jakarta Post/Dhoni Setiawan
Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq dengan menggunakan sorban hijau ditemani wakil ketua DPR Fadli Zon dan Fachri Hamzah bersama massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI) melakukan unjuk rasa di Jakarta, Jumat (4/11/2016). Mereka menuntut penutasan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama. 

Dalam pertemuan itu, Kapolri dan Panglima TNI memberikan arahan ke seluruh pejabat Polri dan pejabat TNI melalui video conference terkait antisipasi aksi 25 November dan 2 Desember yang diduga bakal mengancam keutuhan NKRI.

Menurut Tito, ada upaya tersembunyi dari kelompok-kelompok yang ingin masuk dan berusaha untuk menguasai DPR.

Selain itu, Tito juga menyinggung soal akan adanya upaya ‎menggulingkan pemerintahan, menurutnya, secara undang-dalam Pasal 104 dan Pasal 107 KUHP, itu adalah perbuatan melanggar hukum.

Secara spesifik, Kapolri  menyebut, rencana aksi 2 Desember nanti menyimpan agenda tersembunyi. Bukan lagi soal tuntutan proses hukum Ahok, melainkan sudah bernuansa politik.

Lantaran hal itu, polisi tidak akan segan mengambil tindakan tegas jika sampai berpotensi mengganggu ketertiban umum.

Kita berharap, semoga saja aksi berjilid ini memang murni memperjuangkan sesuatu yang mulia. Tak disusupi politik atau agenda lain yang pada akhirnya berujung anarkis.

 Silakan menyuarakan yang dianggap benar, berunjuk rasa, atau melakukan apapun sepanjang itu tidak mengebiri hak orang lain juga agar bisa hidup damai di negerinya, negeri ini, dan negeri kita semua. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved