Uji Coba Subsidi Gas Tertutup Dianggap Berhasil, Tinggal Tunggu Evaluasi Pusat

Hasil uji coba yang sudah mulai dilaksanakan sejak Agustus 2016 lalu ini akan menjadi acuan bagi penerapan di daerah-daerah lainnya

Uji Coba Subsidi Gas Tertutup Dianggap Berhasil, Tinggal Tunggu Evaluasi Pusat
TRIBUNKALTIM.CO/DOAN E PARDEDE
Seorang warga baru saja membeli gas melon dari salah satu penjual di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, belum lama ini. 

Laporan wartawan TribunKaltim.co, Doan Pardede

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Hasil uji coba penerapan subsidi tertutup untuk gas elpiji 3 Kg atau biasa disebut gas melon di Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), dinilai cukup berhasil.

Untuk diketahui, di seluruh Indonesia, Kota Tarakan salah satu daerah tempat uji coba (pilot project) penerapan program tersebut.

Hasil uji coba yang sudah mulai dilaksanakan sejak Agustus 2016 lalu ini akan menjadi acuan bagi penerapan di daerah-daerah lainnya tahun 2017 mendatang.

Latar belakang program subsidi gas tertutup ini adalah seringnya terjadi kelangkaan dan mahalnya harga gas 3 kg bersubsidi, yang sebenarnya diperuntukkan untuk masyarakat tidak mampu dan usaha mikro.

Diduga dalam praktiknya, banyak terjadi penyimpangan sehingga subsidi yang diberikan pemerintah kurang tepat sasaran.

Dengan penerapan distribusi tertutup ini, maka pasokan akan lebih terjamin karena setiap masyarakat yang berhak mendapat jatah 3 tabung per bulan dan 9 tabung per bulan untuk usaha mikro.

Dengan pola seperti ini, sangat kecil kemungkinan bakal terjadi kelangkaan pasokan gas elpiji karena sudah ada penjatahan.

Manfaat lainnya, harganya akan stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan di masing-masing daerah. Sehingga diharapkan, tidak ada lagi perbedaan harga akibat permainan spekulan yang ingin meraup untung besar.

Dalam menerapkan distribusi elpiji tertutup‎, masyarakat akan diberikan kartu sebagai tanda bukti pihak yang berhak mendapatkan subsidi.

Pada kartu tersebut akan diisi uang elektronik sebagai subsidi untuk pembelian elpiji.

Saat ini kata Kepala Bidang (Kabid) Minyak dan Gas Bumi dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kaltara, Andi Nasuha, Minggu (27/11/2016), uji coba tersebut berjalan lancar dan sedang dievaluasi oleh Kementrian terkait di pusat.

Awalnya kata Andi, selain Kota Tarakan, ada dua daerah lainnya yakni Batam, dan Bali yang diminta melakukan uji coba subsidi tertutup tersebut. Hanya saja, Pemda bali dan Batam menolak. Sementara Pemkot Tarakan, sangat mendukung dan kooperatif.

"Kalau di Tarakan ini, pasokan PT Pertamina lancar dan tidak ada keluhan dari pelanggan. Hasil dari pilot project ini akan dievaluasi Pemerintah Pusat," ujarnya.

Rencananya kata dia, jika hasil evaluasi pusat juga menilai penerapan di Kota Tarakan ini cukup baik, maka subsidi gas tertutup ini akan diberlakukan di seluruh Indonesia.

Untuk Provinsi Kaltara sendiri, masih hanya Kabupaten Bulungan yang sudah menyatakan kesiapan menerapkan program tersebut.

"Kalau Kabupaten Bulungan sudah siap, cuma itu tergantung pusat," katanya.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie juga sudah menyurati pejabat terkait di Kabupaten/Kota di Kaltara untuk menertibkan penjual gas elpiji ilegal di masing-masing daerah.

"Untuk mengantisipasi peredaran gas elpiji yang ilegal. Kedua, mengatasi disparitas harga," katanya.

Pada Rabu (30/11/2016), pihak ESDM Kaltara juga akan bertemu dengan PT Pertamina (Persero), untuk membahas rencana kenaikan harga gas elpiji dan usulan penambahan jatah elpiji Provinsi Kaltara tahun 2017 mendatang. (*)

Penulis: Doan E Pardede
Editor: Syaiful Syafar
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved