Ini Syarat Agar Kenaikan Harga Batu Bara Bisa Kembali Dongkrak Ekonomi Daerah
harga batu bara pengiriman Desember 2016, di ICE Future Exchange meningkat 5,68 persen
Penulis: Rafan Dwinanto | Editor: Syaiful Syafar
Laporan wartawan TribunKaltim.co, Rafan A Dwinanto
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kenaikan harga batu bara dunia mendapat respons positif pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Nasional Indonesia (Apindo) Samarinda.
Diketahui, harga batu bara terus menunjukkan trend meningkat. Dilansir Bloomberg, harga batu bara pengiriman Desember 2016, di ICE Future Exchange meningkat 5,68 persen atau diharga 104,25 per metrik ton.
"Jika harga ini benar dan bertahan lama, tentu pengaruhnya sangat besar dalam mengerek pertumbuhan ekonomi daerah," kata Novel Chaniago, Ketua Apindo Samarinda, Rabu (30/11/2016).
Baca: Tak Pernah Bayar Iuran ke Negara, 18 IUP Batu Bara Dicabut
Namun, Novel memberi catatan, paling tidak harga batu bara tersebut minimal bertahan hingga setengah tahun.
"Katakanlah minimal jatuh lagi di angka 80 dollar per metrik ton, tapi bertahan hingga 6 bulan, maka dampaknya akan bagus untuk perekonomian kita," ungkap Novel.
Baca: Batu Bara Ambruk, Bisnis Properti Lesu, Rumah Mewah Terpaksa Dijual Murah
Jika kenaikan harga ini hanya sesaat, kata Novel, maka tidak akan mampu berdampak terhadap ekonomi daerah.
"Karena, butuh waktu bagi tambang untuk meningkatkan produksi," katanya lagi.
Terlebih, saat ini, khususnya di Samarinda, sudah banyak tambang yang berhenti berproduksi.
"Tentu sulit bagi tambang untuk mengejar waktu menyediakan batu bara lagi," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kapal-tunda-tugboat-sedang-menarik-tongkang-barge1_20160416_161129.jpg)