Senin, 13 April 2026

KHDTK Samboja

Ada Potensi Ekowisata di Miniatur Hutan Tropis Kaltim Ini Lho. . .

Menurut Kepala Balitek KSDA, Ahmad Gadang Pamungkas, S.Hut. M. Si, ada tiga objek di KHDTK yang dapat dikembangkan.

Penulis: Amalia Husnul A | Editor: Amalia Husnul A
HO-BALITEK KSDA Samboja
Penandatanganan kesepakatan di akhir acara lokakarya Pengelolaan KHDTK Samboja untuk pengelolaan hutan secara lestari. Acara dilaksanakan di Hotel Platinum, Kota Balikpapan, Selasa (6/12). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Balai Penelitian Teknologi Konservasi Sumber Daya Alam (Balitek KSDA) menggelar lokakarya pengelolaan Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja di Hotel Platinum, Kota Balikpapan, Selasa (6/12/2016).

Lokakarya dimaksudkan untuk mencapai pengelolaan hutan yang lestari.

Balitek KSDA merupakan institusi di bawah Badan Litbang dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertugas mengelola KHDTK Samboja, sebuah kawasan hutan yang merupakan bagian dari Taman Hutan Raya Bukit Soeharto.

Luasannya mencapai 3.504 hektare. Areal KHDTK ini secara administrasi sebagian ada di Kelurahan Sungai Merdeka, Kecamatan Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), dan Desa Semoi II, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Dalam lokakarya pengelolaan Hutan Samboja kemarin, Balitek KSDA mengundang seluruh pihak yang terkait termasuk masyarakat agar seluruh pihak mengetahui potensi dan arti penting keberadaan Hutan Samboja.

Ir. Tri Joko Mulyono, M.M, Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi Kementerian LHK di awal acara menyampaikan,

Baca: Menengok Elder dan Obi, Bayi Orangutan di Pusat Konservasi Orangutan di Samboja

"Selain sebagai habitat bagi beragam flora dan fauna, peran KHDTK Samboja juga sangat vital sebagai daerah tangkapan air bagi wilayah di Kecamatan Samboja dan Kecamatan Sepaku. Karena, beberapa hulu sungai DAS berada di dalam kawasan ini, dan merupakan penyuplai air baku bersih bagi masyarakat setempat."

Kekayaan flora dan fauna di Hutan Samboja tak perlu diragukan lagi. Apalagi KHDTK dapat dikatakan sebagai miniatur hutan hujan tropis di Kalimantan Timur (Kaltim).

Tak kurang dari 242 jenis flora, 17 jenis makrofungi, 29 jenis mamalia, 44 jenis burung, 18 famili serangga, dan 18 herpetofauna diketahui berada di KHDTK Samboja.

Salah satu potensi yang juga dapat dikembangkan di KHDTK Samboja adalah ekowisata.

Sebelum lokakarya, Sabtu (3/12/2016) Balitek KSDA telah menggelar lomba lintas alam yang diikuti para pelajar di sekitar Hutan Samboja.

Baca: BLH Jalin Kerja Sama dengan Balitek– KSDA untuk Lestarikan SDA

Selain menikmati suasana alam, para peserta juga mendapatkan pengetahuan mengenai hutan dan lingkungan.

Menurut Kepala Balitek KSDA, Ahmad Gadang Pamungkas, S.Hut. M. Si, ada tiga objek di KHDTK yang dapat dikembangkan.

"Ada km 7, air panas, dan trek Wartono Kadri. Dari potensi wisata yang ada di dalam KHDTK, Balitek hanya berkepentingan agar hutan tetap terjaga kelestariannya, flora dan faunanya juga terlindungnya. Untuk manfaat ekonomi, silakan masyarakat yang menggunakannya tentunya sesuai dengan aturan yang ada," katanya.

Terkait dengan hal tersebut, masyarakat berharap adanya partisipasi dari warga sekitar agar manfaatnya juga dirasakan warga.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved