Ini Dia Latar Belakang Esteban Santiago, Pelaku Penembakan di Bandara Florida?
Santiago dibebastugaskan dari Garda Nasional Alaska pada Agustus 2016, dua tahun setelah dia bergabung sebagai Tentara AS.
TRIBUNKALTIM.CO - Nama Esteban Santiago mencuat setelah pemuda ini menjadi tersangka tunggal indisen penembakan di bandara Fort Lauderdale-Hollywood, di Broward County, negara bagian Florida, AS.
Kejadian berlangsung pada Jumat (6/1/2017) siang waktu setempat. Dalam peristiwa berdarah tersebut, lima orang tewas dan sekitar delapan orang dikabarkan mengalami luka.
Siapa sebenarnya Esteban Santiago ini? Mengapa ia melakukan perbuatan nekat tersebut?
Seperti dikutip dari Independent.co.uk, sosok Esteban Santiago ini memang tidak banyak diketahui oleh publik.
Sejauh ini informasi yang didapat adalah, bahwa dia adalah warga negara AS, berusia 26 tahun, lahir di New Jersey, dan pernah bertugas militer di Irak.
Saat ditahan, Santiago mengatakan kepada FBI bahwa sekitar beberapa bulan lalu dia mendengar suara-suara di kepalanya.
Suara tersebut mengatakan bahwa pemerintah telah mengontrol pikirannya dan "memaksa" dia menonton video-video ISIS.
Dia juga pernah ditahan akibat kasus kekerasan karena mengancam pacarnya pada Januari tahu lalu. Dia mendobrak pintu rumah pacarnya dan menyerang pacarnya, demikian dikutip dari The Daily Beast.
Santiago ditahan di area pengambilan bagasi di bandara di terminal dua di bandara Florida setelah melakukan penembakan secara acak ke sejumlah korban, terutama ke arah kepala.
Kakak Santiago, Bryan Santiago, mengatakan kepada Associated Press bahwa tersangka saat ini sedang menerima perawatan psikologis di Alaska. Alaska merupakan tempat tinggal Santiago saat ini.
Kakak tersangka tidak mengetahui jenis perawatan apa yang diterima adiknya tersebut.
Lagipula, sang adik enggan membicarakan persoalan pribadinya ke sang kakak. Keluarga Santiago sendiri mengetahui peristiwa penembakan tersebut dari pacar Santiago.
Karir Militer
Sementara itu, Senator AS Bill Nelson mengatakan bahwa tersangka membawa pengenal sebagai anggota militer di bandara, tetapi tidak jelas apakah kartu anggota tersebut masih berlaku atau tidak.
Tersangka lahir di New Jersey, AS, namun pindah ke Puerto Rico saat berusia dua tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/esteban-santiago_20170107_215447.jpg)