Kamis, 9 April 2026

Anas Urbaningrum Titip Tujuh Butir Cuitan dari Balik Jeruji, Sindir Siapa?

Ada tujuh poin yang ditulis Anas Urbaningrum, yang ditulis dengan perpaduan pepatah bahasa Jawa.

TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menjalani sidang vonis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Jakarta Selatan, Kamis (24/9/2014). Anas divonis terlibat korupsi dalam proyek Hambalang dan dihukum 8 tahun penjara dengan denda sebesar Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan, serta membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 57,5 miliar dan US$ 5,2 juta atau kurungan selama 2 tahun. 

TRIBUNKALTIM.CO - Mantan Ketua DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum menitipkan sepucuk surat dari balik jeruji, Lapas Sukamiskin.

Surat yang ditulis tangan itu akhirnya menjadi perhatian netizen setelah diunggah bertahap di akun twitter Anas Urbaningrum, Minggu (22/1/2017) pagi.

Cuitan itu bertanda *abah, yang berarti cuitan itu diunggah tim admin berdasarkan pernyataan langsung dari Anas Urbaningrum.

Ada tujuh poin yang ditulis Anas Urbaningrum, yang ditulis dengan perpaduan pepatah bahasa Jawa.

Berikut isi selengkapnya:

1. Ya Allah, bimbing para pemimpin kami untuk "ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani"

2. Ya Allah, jangan sampai terjadi "mestine dadi tuntunan, malah dadi tontonan"

3. Ya Allah, jauhkan kami dari pekerti "ono ngarep ngewuh-ewuhi, ono mburi ngegol-ngegoli"

4. Ya Allah, ingatkan kami bahwa "ajining diri ono ing lathi", "ajining diri ono ing cuitan"

5. Ya Allah, jauhkan para pemimpin kami dari JARKONI, "biso ngajar ora biso nglakoni"

6. Ya Allah, jangan lupakan kami dari petuah leluhur "ojo metani alaning liyan"

7. Ya Allah, jangan ubah "lengser keprabon madeg pandhito" menjadi "lengser keprabon madeg CAKIL"

Jika diartikan satu persatu, isi surat tersebut berisi semacam doa, harapan sekaligus sindiran dengan kondisi Indonesia saat ini.

1. Poin pertama ada "ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani".

Kalimat ini terdiri dari 3 susunan kata, yang pertama Ing Ngarso Sung Tulodo yang berarti menjadi seorang pemimpin harus mampu memberikan suri tauladan bagi orang – orang disekitarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved