Ini Alasan Jatam Berjuang Pertahankan Karst Sangkulirang - Mangkalihat
Mempertahankan kawasan Karst Sangkulirang, Mangkalihat, agar ekosistem di Kaltim, Indonesia, dan dunia tetap terjaga dan seimbang.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Provinsi Kalimantan Timur, Pradarma Rupang, membeberkan alasannya membela dan mempertahankan kawasan Karst yang berada di wilayah Kaltim.
Banyak contoh karst di daerah lain yang dieksploitasi untuk dijadikan pabrik semen pada perkembangannya merusak ekosistem dan berdampak terhadap masyarakat sekitar.
Kawasan Karst di Kaltim menjadi perhatian dunia, karena masuk dalam daftar sementara warisan dunia (world herritage).
"Informasi yang saya terima, sejak 2015 awal, karst Sangkulirang, Mangkalihat sudah tercatat dalam list tentative UNESCO daftar warisan dunia," kata Rupang, kepada Tribun, Minggu (22/1/2017) sore.
Menurut dia, pegunungan Karst yang ada di Kaltim, menyimpan berbagai kekayaan dari beragam aspek.
(Baca juga: Jatam Kaltim Dukung Warga Kutim dan Berau Tolak Pabrik Semen )
"Karena memiliki nilai kekayaan itu, UNESCO memasukan daftar list sementara sebagai warisan dunia. Inilah yang harus dipertahankan dan dijaga," ucap Rupang.
Aspek kekayaan pegunungan Karst di Sangkulirang, Mangkalihat, lanjut dia, antara lain terdapat ribuan jejak tangan dan lukisan dalam goa. Ada puluhan goa di Karst Sangkulirang.
"Kawasan Karst bisa menjadi destinasi ekowisata dunia, mempertahankan suku asli Dayak Basap Lebo yang bergantung dan menjaga kawasan karst. Secara ekonomi, goa-goa yang berada di Karst memiliki sarang burung walet yang menjadi sumber pendapatan warga sekitar dan pemerintah," paparnya.
Yang tidak kalah pentingnya, tegas Rupang, Jatam Kaltim mempertahankan kawasan Karst Sangkulirang, Mangkalihat, agar ekosistem di Kaltim, Indonesia, dan dunia tetap terjaga dan seimbang. (*)
