Sabtu, 9 Mei 2026

Ribuan Warga Hadiri Launching Shalat Subuh dan Dhuha Berjamaah di Islamic Center

Kegiatan shalat subuh berjamaah untuk membangkitkan semangat membangun kebangkitan peradaban Islam dimulai dari masjid.

Tayang:
Penulis: Nevrianto |
TRIBUN KALTIM / NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Jamaah shalat subuh dari berbagai kalangan saling berpelukan dan saling mendo'akan dibimbing KH Dr Amir Faishol Fath dari dari program Damai Indonesiaku dan program dakwah MNC Islam Grup di Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center Samarinda, Minggu (29/1/2017). Maksud dari tips ini adalah sahabat sesama Muslim saling mengingatkan untuk mendirikan shalat lima waktu berjamaah di masjid. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Launching Gerakan Shalat Subuh Berjamaah, Minggu (29/1/2017), dihadiri berbagai kalangan.

Mulai tokoh agama, ulama, Gubernur Awang Faroek Ishak, Sekprov Kaltim Rusmadi, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Makmur Umar, Walikota Samarinda Syaharie Jaang, Pj Seketaris Pemkot Hermanto, Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Farid Wadjdy, tokoh organisasi dakwah, tokoh masyarakat, dan ribuan umat muslim memadati ruang utama Masjid Baitul Muttaqien Islamic Center, Jalan Selamet Riyadi.

Mereka berkumpul sejak 30 menit sebelum shalat subuh dimulai pukul 04.40 Wita, Minggu (29/1/2017)

Acara bertema "Dari Masjid Menjadikan Peradaban Kaltim Bangkit" dimulai dengan shalat subuh berjamaah dipimpin Imam Ustadz Abdul Rahman, Lc.

Kemudian sambutan Pembina Islamic Center, Awang Dharma Bakti. Awang mengucapkan salam dan terima kasih atas kedatangan seluruh umat.

"Terima kasih kehadiran Gubernur, Seketaris Provinsi, Walikota Samarinda, para ulama, organisasi dakwah, MUI Kaltim, dan MUI Samarinda, KH Dr Amir Faishol Fath ustadz program Dakwah Damai Indonesiaku TV One dan Juri Dakwah RCTI serta program tv MNC Muslim," ujarnya.

Kegiatan shalat subuh berjamaah untuk membangkitkan semangat membangun kebangkitan peradaban Islam dimulai dari masjid.

Selain shalat subuh dan dhuha berjamaah, ada senam sehat rutin agenda setiap mingguan, stan kuliner subuh, dan foodtruck di sekitar halaman masjid Islamic Center yang bisa dikunjungi.

Panitia kegiatan Shalat Subuh dan Shalat Dhuha Berjamaah, dari Badan Pengelola Islamic Center, Kayubi menuturkan pihaknya bersyukur dihadiri sekitar 10.000 orang jamaah.

"Persiapan panitia dimulai 2 bulan lalu dengan persiapan pertama mengumpulkan seluruh ormas Islam, MUI, Kemenag, dan Pemprov. Pemkot bersama BPIC bermusyawarah mengenai launching Gerakan Sholat Subuh dan Dhuha Berjamaah. Dan ternyata kegiatan berjalan lancar. Di lantai utama Masjid Baitul Muttaqien itu kapasitasnya 10.000 orang tampak penuh,"ujarnya.

Ia melanjutkan, tujuan dari kegiatan ini adalah membangun persatuan dan kesatuan umat Islam, menuju kebangkitan Islam.

Saat tabligh akbar, KH DR Amir Faisol Fath, mengimbau dan mengharuskan shalat subuh berjamaah dan urgensi memakmurkan masjid dimulai dari shalat subuh berjamaah. Hal ini menentukan nasib dan kebangkitan umat Islam dan bangsa.

Suadara Imam tadi membacakan Surah At-Taubah ayat 12 menggugah pemimpin waspada untuk menjaga iman dan mengantisipasi hal yang menggeroti iman.

Yang dibangun Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam awalnya adalah masjid yang merupakan rumah Allah Subhaanahu wa ta'ala. Rasul mendoakan umatnya bagi yang suka beribadah ke masjid. Betapa beda shalat di masjid dengan di rumah,apalagi shalat di Masjidil Haram.

"Bagi pemimpin di Kaltim, ingatlah teladan Mus'ab bin Umair, dulunya dikenal gemar pakai parfum dan harum, pemuda yang telah hijrah masuk Islam semua kekayaannya dikeluarkan untuk kemakmuran dan kekuatan umat Islam. Ia adalah pemuda yan gemar shalat subuh berjamaah, yang kemudian syahiddi medan peperangan Uhud," ujarnya.

Tak sehelai pun kain kafan yang menutupi jasadnya kecuali sehelai burdah. Andainya ditaruh di atas kepalanya, terbukalah kedua kakinya. Sebaliknya, bila ditutupkan ke kakinya, terbukalah kepalanya. Sehingga Rasulullah bersabda, Tutupkanlah ke bagian kepalanya, dan kakinya tutupilah dengan rumput idkhir.

"Mus'ab membuat gerakan dari masjid sebagaimana perintah Allah surat Al Isra ayat 78 dan hadits Rasulullah, sebab dari masjid Rasulullah membangun kekuatan," tuturnya.

Ustad Amir Faishol kembali mengingatkan setiap orang harus melawan besarnya godaan syaithan saat tidur malam.

"Kadang kita bangun di 1/3 atau 2/3 malam hanya untuk buang air kecil ke toilet. Namun karena melihat jam, oh masih jam 2 dinihari, maka syaithan membisikkan bahwa malam masih panjang, tidur saja dulu. Alangkah baiknya jika kita segera ambil wudhu untuk segera shalat. Karena waktu subuh paling ditakuti syaithan dan bisa membuat syaithan lari terbirit-birit," tuturnya.

Setelah shalat subuh berjamaah dan tabligh akbar, jamaah dituntun oleh Ustad Amir Faishol Fath berdampingan dengan membentuk 3 orang saling berpelukan untuk saling mendoakan dan mengingatkan. Supaya ingat sahabat dimanapun, shalat jamaah di masjid dimulai dari shalat subuh.

Warga jalan Cendana, Surata, sangat antusias dan terharu dengan shalat subuh dan shalat dhuha berjamaah.

"Saya tidak menyangka yang datang shalat subuh banyak sekali. Ceramah Ustadz Amir menyentuh dan menjawab kegalauan warga dan rakyat di tengah krisis persoalan bangsa. Ada cara-cara yang baik untuk bangun di waktu subuh untuk melakukan shalat. Menurut saya itu cara sederhana yang membangkitkan semangat beribadah berjamaah," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved