Pilgub Kaltim
Kepercayaan Masyarakat Cenderung Menurun Menilai Figur Politisi
Tetapi untuk kandidat cawagub, masyarakat cenderung sudah bisa melihat dan memilih figur yang bersih.
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Jelang pemilihan gubernur Kaltim 2018-2023, tinggal memAntau kandidat bakal calon wakil gubernur (cawagub).
Pasalnya, untuk kandidat bakal calon gubernur sudah terlihat jelas siapa yang akan bertarung.
Tetapi untuk kandidat cawagub, masyarakat cenderung sudah bisa melihat dan memilih figur yang bersih. Figur yang dianggap bersih dalam penilaian masyarakat adalah bukan figur politisi.
Dosen Fakultas Ilmu Politik dan Ilmu Sosial Universitas Mulawarman, Samarinda, Juchar Barlian mengatakan, untuk figur kandidat KT2 atau calon wakil gubernur, harus bisa memberi pengaruh pada popularitas dan elektabilitas pasangannya.
Baca: Percaya Diri, Mantan Bupati Ini Persilakan Calon Lawannya di Pilgub Start Duluan
Baca: Penetapan Rita Widyasari Sebagai Cagub Kaltim Golkar Digelar Berau
"Tetapi persoalannya sekarang, bahwa kepercayaan masyarakat kita kepada politisi-politis itu sudah mulai ada menurun. Masyarakat kita menginginkan figur yang bersih, tipologi yang bisa bekerja dan mampu menunjukkan siapa dia. Nah, itu menjadi tantangan bagi kandidat 01 (cagub) yang akan dipilih sebagai 02 (cawagub)nya," ungkap Jauchar, kepada Tribun, Selasa (31/1/2017).
Menurut dia, jika para kandidat cagub seperti Syaharie Jaang, Yusran Aspar, Rita Widyasari, Isran Noor, Sofyan Hasdam dan Farid Wadjdy, maka untuk cawagub juga masih cukup banyak.
Tetapi, untuk bisa mencari pasangan pendampingnya (02) jangan sampai menurunkan elektabilitas cagubnya (01).
"Pilihan mereka dalam kontestasi politik harus bisa mendongkrak (beri pengaruh)," tutur Jauchar. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jauchar-barlian_20150707_193219.jpg)