Senin, 27 April 2026

Penghuni Lokalisasi Km 17 Belum Mengetahui Ada Rehabilitasi

"Kami tidak diberi tahu akan dibongkar apalagi mau direhabilitasi," kata pria bertubuh gempal ini.

Penulis: Budi Susilo |
TRIBUN KALTIM/AZHAR SRIYONO
Papan bertulis Posko TIm Terpadu Penutupan Lokalisasi Km 17 Karang Joang Balikpapan terpampang di tepi jalan menuju tempat prostitusi Lembah Harapan Baru Km 17, Balikpapan, Rabu (18/5/2016). 

Laporan Wartawan Tribunkaltim.co, Budi Susilo

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Rencana Pemerintah Kota Balikpapan yang akan melakukan penutupan lokalisasi kilometer 17 Karang Joang belum diketahui sepenuhnya oleh penghuni kawasan jasa seks komersil ini.

Saat itu, Tribunkaltim.co berkesempatan bersua dengan Kepala Lingkungan lokalisasi kilometer 17 RT 38, Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara, yang bernama lengkap Nur Ali yang saat itu mengenakan kain sarung kotak-kotak coklat.

"Sekarang sudah sepi. Tidak seperti dahulu. Pelanggan sepi, sudah banyak wanita penghibur yang keluar dari sini. Ada yang pulang kampung atau cari tempat lain," ujarnya ditemui di kediamannya pada Selasa (7/2/2017) sore.

Di daerah ini, memang terpencil, jauh dari pusat Kota Balikpapan. Sinyal internet di lokalisasi ini tidak dijangkau.

Banyak bangunan rumah yang sudah ditandai tanda silang sebagai simbol dilarangnya ada kegiatan seks komersil.

Namun pengamatan Tribun, masih terasa ada satu bangunan yang masih memancarkan atmosfir keramaian musik karoke dan beberapa wanita berpakaian seksi.

Kata Ali, rencana pembongkaran bangunan lokalisasi kilometer 17 belum diketahui secara persis.

"Tidak ada yang beri kabar bangunan akan dirobohkan," ujarnya.

Hanya saja, tambah dia, beberapa hari lalu puluhan petugas Satuan Polisi Pamong Praja Balikpapan melakukan identifikasi rumah bordir lokalisasi kilometer 17 dengan tanda silang merah.

"Kami tidak diberi tahu akan dibongkar apalagi mau direhabilitasi," kata pria bertubuh gempal ini.

Dia menegaskan, sebenarnya pemerintah kota tidak perlu bersikeras menutup lokalisasi kilometer 17 sebab tanpa dipaksa tutup sudah menutup dengan sendirinya. Pelanggan sepi akibat ekonomi lesu. Banyak pasien yang tidak lagi teruskan kegiatan prostitusi.

Apalagi sering ada pemberitaan yang besar atas lokalisasi kilometer 17 membuat pelanggan sepi, enggan untuk datang berkunjung. "Tidak usah dipaksa tutup, kami secara alamiah juga bakal tutup sendiri. Sepi," ungkap Ali.

Sebelumnya, melalui Assisten I Setdakot Balikpapan, Syaiful Bachri, menjelaskan, lokalisasi kilometer 17 Karang Joang akan ditertibkan, dilakukan pembongkaran diubah menjadi tempat rehabilitasi bagi anak telantar dan orang tua lanjut usia.

Sebagai pengamanan penertiban, akan melibatkan personel TNI dan Polri. Pemkot Balikpapan menganggap puluhan bangunan prostitusi yang selama ini berdiri, berada di tanah pemerintah kota.

Ini nantinya akan diratakan. Sesuai perencanaan akan selesai dalam waktu satu hari menggunakan peralatan alat berat. Untuk menyukseskan penertiban, Pemkot Balikpapan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 200 juta. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved