Minggu, 3 Mei 2026

Kim Jong Nam Tewas

Diduga Korban Reality Show Palsu, Siti Aisyah Dijebak Sindikat Pembunuh

Siti Aisyah ditawari uang 100 dolar AS (setara Rp 1,3 juta), untuk ikut syuting sebuah reality show. Tugasnya mengerjai orang tak dikenal.

Tayang:
net
Kim Jong Nam dan Siti Aisyah 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Sosok Siti Aisyah (dalam pemberitaan sebelumnya ditulis Siti Aishah), warga negara Indonesia yang dituduh terlibat kasus pembunuhan tingkat tinggi di Malaysia, masih menjadi misteri.

Muncul dugaan Siti Aisyah (25) dijebak oleh sebuah sindikat, namun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Malaysia belum dapat menemui tersangka yang kini ditahan Polis Diraja Malaysia.

Wakil Menteri Luar Negri (Wamenlu), Abdurrahman Mohammad Fachir, mengatakan pihaknya masih mengupayakan agar bisa menemui Siti Aisyah.

"Kami minta akses konsuler kepada warga kita. Kemudian kami bisa melakukan pendampingan, itu yang paling penting. Itu yang dilakukan teman-teman kita di sana," ujarnya, di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Siti Aisyah ditangkap setelah menyemprotkan cairan kimia yang mengandung racun berkekuatan tinggi kepada Kim Jong Nam, kakak tiri penguasa Korea Utara, Kom Jong Un.

Baca: Bunuh Kim Jong Nam, Polisi Malaysia Duga Siti Aisyah dan Temannya Berlatih Sehari Sebelumnya

Muncul sinyalemen dinas rahasia Korea Utara berada di balik kasus pembunuhan yang berlangsung di Terminal Keberangkatan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (13/2/2017) lalu.

Sebuah situs berita Tiongkok menyebut Siti Aisyah sempat didekati oleh seorang pria misterius di klub malam tersebut.

Siti Aisyah ditawari uang 100 dolar AS (setara Rp 1,3 juta), untuk ikut syuting sebuah reality show. Tugasnya mengerjai orang tak dikenal.

Karena butuh uang, Siti Aisyah lalu menyanggupinya, meski mengaku tak kenal Kim Jong Nam dan orang-orang lainnya yang dikatakan terlibat dalam kematian Kim Jong Nam.

Dari hotel di Ampang tempatnya bersembunyi usai mengerjai Kim Jong Nam, rencananya Siti Aisyah akan kabur keluar Malaysia. Siti Aisyah dan Doan Thi Huong ditahan oleh kepolisian untuk keperluan interogasi dan penyelidikan sampai 21 Februari mendatang.

Baca: Spekulasi Merebak, Siti Aisyah Penyerang Kim Jong Nam Kemungkinan Dilatih 4 Tahun di Korut

Cerita serupa juga diungkapkan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menyebut Siti Aisyah sebenarnya juga korban dari kasus itu. Ia mengatakan Siti merupakan korban rekayasa dan penipuan pihak tertentu.

"Apa yang terjadi di Kuala Lumpur itu korban dari korban. Jadi Kim itu korban dari korban. Siti Aisyah korban juga. Ia korban dari semacam rekayasa atau penipuan," jelasnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Jumat.

Menurut Jusuf Kalla, ada pihak pihak yang pura-pura akan menyelenggarakan program reality show di sebuah stasiun televisi. Kemudian, orang tersebut menyuruh Siti Aisyah melakukan aktivitas tertentu terhadap Kim Jong Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

"Iya reality show. Itu kan orang bisa lihat di media, dia pikir begitu. Kadang-kadang pakai kamera tersembunyi atau jarak jauh. Jadi, menurut saya dia itu korban," katanya.

Jusuf Kalla sangsi Siti Aisyah merupakan seorang agen dinas rahasia. Menurutnya, jika benar Siti adalah seorang agen, ia tidak ada lagi di Kuala Lumpur setelah melakukan pembunuhan.

"Kalau benar dia merupakan agen, saya kira sudah tidak ketahuan ke mana rimbanya. Tapi kok dia pergi ke hotel, tidur dan bersembunyi. Hotel ada di dekat airport itu," katanya.
Dia juga menilai ada sebuah cara atau metode tersendiri untuk melenyapkan seseorang dengan menggunakan semprotan racun.

Barang Bermerek di Tempat Persembunyian
Kepolisian Malaysia menemukan sejumlah uang dan barang mewah, termasuk sebuah tas bermerek Louis Vuitton, di tempat ditemukan di tempat persembunyian Siti Aisyah di Malaysia.

Siti Aisyah ditangkap di sebuah hotel di daerah Ampang, Kuala Lumpur, Malaysia, sekitar pukul 02.00 waktu setempat, Selasa.

Hotel tersebut dikatakan menjadi tempat persembunyian Siti Aisyah setelah melakukan operasi pembunuhan Kim Jong Nam.

Kamar Siti Aisyah, yang terletak di lantai tiga hotel tersebut, ditemukan tak terkunci saat digerebek polisi.

Polisi menemukan sejumlah mata uang asing, termasuk tiga lembar uang tunai senilai 100 dolar AS (setara Rp 4 juta). Ditemukan pula beberapa barang mewah seperti sebuah tas bermerek Louis Vuitton, sebuah kaca mata hitam bermerek Ray-Ban, dan sepasang sepatu Charles and Keith.

Polisi menyita dua ponsel, satu di antaranya berisi Sim card Malaysia, sedangkan satu lagi tidak ada kartu SIM card-nya. Siti Aisyah diantar ke hotel tersebut oleh kekasihnya, Muhammad Farid bin Jalaluddin, yang hari itu juga ikut ditangkap.

Siti Aisyah diantar dari sebuah hotel di kawasan Bandar Baru Salak Tinggi, tempat ia menginap sebelumnya bersama tersangka Doan Thi Huong, perempuan pemegang paspor Vietnam. Doan Thi Huong ditangkap polisi Malaysia, Rabu (15/2/2017), atas dugaan keterlibatannya dalam pembunuhan Kim Jong Nam.

Menurut laporan sejumlah media iternasional, Siti Aisyah telah tinggal di Kuala Lumpur selama beberapa bulan terakhir. Disebutkan, Siti Aisyah bekerja di sebuah klub malam. (tribunnetwork/amriyono/rekso purnomo)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved