Pembunuhan
Dikabarkan Menghilang Ternyata Istri Muda Juragan Angkot Ditemukan Tewas di Buluminung
Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Teddy Ristyawan mengakui, jika mayat perempuan yang ditemukan tersebut bernama Sri Handayani.
Penulis: tribunkaltim |
Laporan wartawan Tribun Kaltim, Samir, Rudy Firmanto, dan Nalendro Priambodo
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Teka-teki keberadaan Lasiem, istri Mulyadi, korban pembunuhan di Gg Merpati, RT 31, Muara Rapak, Balikpapan Utara terungkap.
Sosok mayat perempuan ditemukan di kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara, Kamis (23/2/2017) sekitar pukul 10.00 Wita.
Polisi telah mengindentifikasi mayat perempuan yang ditemukan tersebut bernama Sri Handayani. Sesuai hasil sidik jari dan otopsi di ruang mayat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PPU, mayat diketahui bernama Sri Handayani, warga Gg Merpati No. 22, Muara Rapak, Balikpapan.
Sri Handayani diduga kuat nama lain Lasiem yang dikenal warga Gang Merpati sebagai istri muda Mulyadi, dan memilik anak Putera Susilo yang ikut menjadi korban pembunuhan.
Kapolres Penajam Paser Utara (PPU) AKBP Teddy Ristyawan mengakui, jika mayat perempuan yang ditemukan tersebut bernama Sri Handayani.
“Betul memang Sri Handayani sesuai alat identifikasi sidik jari kami,” ujarnya.
Baca: Juragan Angkot dan Putranya Tewas, Istri Muda Menghilang
Baca: BREAKING NEWS - Juragan dan Anaknya Ditemukan Tewas, Satu Barang Bukti Masih Belum Ditemukan Polisi
Saat ditanya mengenai mayat tersebut ada hubungan dengan kasus pembunuhan di Balikpapan, Teddy belum bisa memastikan karena masih akan didalami, termasuk mengirim mayat untuk dilakukan otopsi di RSUD Balikpapan.
Ia mengatakan, kematian korban diduga mengalami tindakan kekerasan. Hal ini diketahui hasil otopsi sementara bahwa di bagian kepala terdapat luka, demikian juga tangan sebelah kanan.
Hasil itu disimpulkan bila korban merupakan korban pembunuhan. Selain itu , tangan, paha serta kaki korban diikat. Mulut dilakban.
Teddy mengatakan, kemungkinan korban sudah meninggal sejak 4 hari lalu. Bukan hanya itu, di lokasi kejadian, juga ditemukan koper milik korban serta sejumlah pakaian. Saat ditemukan korban hanya mengenakan celana dalam.
Sementara itu, Kapolres Balikpapan AKBP Jeffry Dian Juniarta serta sejumlah personel langsung mendatangi ruang mayat RSUD PPU.
Jeffry sempat menyaksikan proses otopsi bersama Kapolres AKBP Teddy Ristyawan.
Kedatangan Kapolres Balikpapan untuk mengklarifikasi temuan mayat yang disampaikan Kapolres PPU. Mengenai mayat tersebut merupakan Lasiem dari Balikpapan, Jeffry mengatakan kemungkinan-kemungkinan itu masih ada, apalagi sampai sekarang yang bersangkutan belum ditemukan.
Identitas Lasiem sejauh ini memang masih menjadi pertanyaan. Warga selama ini mengenal sosok istri muda Mulyadi bernama Lasiem.
Namun sesuai data identitas di KTP, KK, dan SIM yang bersangkutan bernama Sri Handayani.
Saat ditanya tentang kabar bahwa Lasiem sudah membeli tiket tujuan Jawa berangkat Senin mendatang, ia belum bisa memastikan karena masih dikonfirmasi kebenarannya. “Kami belum konfirmasi ya terkait tiket itu,” katanya.
Dikira Orangutan
Menurut saksi mata, Ishak (54), penemuan mayat ini berawal saat dirinya menebang pisang di kebun miliknya.
Namun sebelum tiba di kebun tiba-tiba melihat benda mencurigakan. Awalnya ia mengira sosok yang dilihat mayat orangutan.
"Tapi setelah saya dekati dan melihat tas di dekatnya, saya langsung yakin itu mayat manusia. Saya katakan Ya Allah itu mayat. Setelah itu saya lari pulang panggil anakku dan menyuruh melaporkan kepada polisi," kata Ishak ditemui di ruang mayat RSUD PPU.
Meskipun jarak lokasi kejadian dengan rumahnya hanya 50 meter namun dia tidak pernah mendengar ada teriakan maupun suara kendaraan.
Namun, ia melihat di TKP ada bekas ban mobil, apalagi jarak jalan raya dengan penemuan mayat hanya sekitar 50 meter.
Ishak mengaku, selama ini memang bekerja malam hari dan baru, Kamis (23/2/2017) pagi ingin menebang pisang di kebunnya.
"Mulut korban dilakban kemudian kaki dan tangan serta paha diikat. Ada juga tas (koper) dekat mayat korban," tuturnya.
Diterbangkan ke Jawa
Jenazah Mulyadi (64) beserta anaknya Putra Susila (5) selesai diautopsi Kamis (23/2) pukul 11.30 wita. Kedua peti jenazah sudah siap diterbangkan ke Surabaya, lanjut dibawa ke rumah duka, Blitar.
Hingga pukul 15.27 Wita, kedua peti jenazah masih berada di ruang Mortuari RSUD Kanujoso Djatiwibowo, menunggu kedatangan keluarga penjemput.
"Saat ini masih menunggu instruksi lanjutan dari Kapolres Balikpapan, karena istri almarhum Mulyadi, Sri Handayani sedang dimintai keterangan," ujar Agustinus Bayuadji R, Wakil Ketua Yayasan Kasimo Memorial Balikpapan, yang mengurus pengiriman kedua jenazah.
Ia menyatakan sudah mengantongi segala izin pengeluaran dan pengiriman jenazah hingga ke rumah duka di Blitar.
Rencananya kedua peti jenazah akan langsung diterbangkan menuju Surabaya menggunakan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 0369 Rabu (23/2/2017) pada pukul 19.45 melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Balikpapan.
Kepergian Mulyadi (64) dan Putra Susila (4) yang begitu tragis mengagetkan Sri Handayani, istri ketiga Mulyadi.
Sebelum kejadian, Sri Handayani sempat menghubungi Mulyadi menanyakan perkembangan kesehatan yang sebelumnya pernah menjalani pengobatan di Jawa.
"Tidak banyak ngobrol hanya tanya soal terapi," katanya singkat.
Mengenai kejadian, Sri Handayani mengetahui pertama kali dari pemilik bengkel langganan suaminya. "Tahu dari kakak saya pak Min pemilik bengkel," katanya.
Jenazah Mulyadi dan Putra Susila sudah selesai dilakukan otopsi dan dibawa pulang keluarga ke kampung halamannya di Blitar Jawa Timur. "Nanti sama saya berangkatnya (jenazah) jam 19.45 wita," ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jasad-lasiem-istri-juragan-angkot_20170224_084716.jpg)